LAMONGAN – Suasana di sekitar Jalan Rawa, Desa Plososetro, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, sempat membuat warga khawatir.
Seorang pria berinisial EAS, warga Kecamatan Pucuk, dilaporkan berada di lokasi sambil marah-marah dan membawa sabit, Senin (21/9/2026).
Laporan tersebut disampaikan perangkat Desa Plososetro kepada kepolisian.
Petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman sekaligus mencegah situasi berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Setibanya di lokasi, personel Polsek Pucuk tidak mengambil tindakan terburu-buru.
Petugas mengedepankan komunikasi persuasif dan pendekatan yang tenang saat menghadapi EAS.
Pendekatan tersebut membuahkan hasil, pria tersebut akhirnya bersedia menyerahkan sabit yang dibawanya dan kemudian diamankan petugas tanpa terjadi perlawanan.
Situasi di lokasi pun berhasil dikendalikan, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
EAS selanjutnya dibawa ke Polsek Pucuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Pucuk AKP Kharis Ubaidillah melalui Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan adanya penanganan terhadap pria tersebut.
Setelah diamankan, kepolisian langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.
Langkah tersebut melibatkan pemerintah desa, Puskesmas Pucuk, khususnya layanan kesehatan jiwa, serta keluarga EAS.
“Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke Polsek Pucuk untuk dilakukan koordinasi dan penanganan lebih lanjut bersama pemerintah desa, pihak kesehatan jiwa Puskesmas Pucuk serta keluarga yang bersangkutan,” jelas IPDA M. Hamzaid.
Menurut kepolisian, langkah tersebut tidak semata-mata untuk menjaga keamanan lingkungan.
Penanganan juga diarahkan agar warga yang bersangkutan memperoleh pendampingan sesuai kondisi dan kebutuhan melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Polres Lamongan turut mengingatkan masyarakat agar tidak menghadapi sendiri situasi ketika menemukan seseorang yang menunjukkan perilaku yang berpotensi membahayakan.
“Masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui Call Center 110 atau petugas terdekat agar dapat ditangani secara aman, humanis dan sesuai prosedur,” imbau IPDA M. Hamzaid.
Respon cepat personel Polsek Pucuk menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan khusus.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan keluarga diharapkan dapat membantu memastikan proses penanganan berlangsung aman, tepat, dan tidak memicu persoalan baru di lingkungan masyarakat. (er)






