JAWA TIMUR – Kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Timur masih menjadi perhatian.
Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, sebagian besar wilayah Jawa Timur mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut dalam kategori kekeringan ekstrem, yakni lebih dari 60 hari.
Informasi tersebut disampaikan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur melalui pembaruan peta monitoring iklim yang mencakup kondisi Hari Tanpa Hujan, distribusi curah hujan Dasarian II September 2026, serta prediksi curah hujan Dasarian III September 2026.
Dalam pemantauan HTH berturut-turut, kondisi Jawa Timur pada umumnya berada dalam kriteria “Kekeringan Ekstrem (>60 hari)”.
Artinya, sejumlah wilayah telah mengalami periode panjang tanpa hujan yang signifikan.
Kondisi tersebut sejalan dengan hasil pemantauan curah hujan pada Dasarian II September 2026.
BMKG mencatat distribusi curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur berada pada kategori rendah.
Situasi ini diperkirakan belum banyak berubah dalam beberapa hari ke depan.
Untuk periode Dasarian III September 2026, BMKG memprediksi curah hujan di Jawa Timur pada umumnya masih berada dalam kategori rendah.
Berdasarkan prediksi probabilistik BMKG, peluang terjadinya kondisi curah hujan rendah tersebut bahkan mencapai lebih dari 90 persen.
Data ini menjadi gambaran penting bagi masyarakat, terutama wilayah yang tengah menghadapi dampak musim kemarau dan keterbatasan ketersediaan air.
BMKG menghimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mencermati perkembangan informasi iklim, khususnya di daerah yang mengalami periode tanpa hujan cukup panjang.
Untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kondisi iklim di Jawa Timur, masyarakat dapat menghubungi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur
Telepon: 0341-461595 ext. 110
Fax: 0341-464827
Website: staklim-jatim.bmkg.go.id. (er)






