LAMONGAN – Suara cangkul beradu tanah memecah pagi di Desa Patihan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Senin (4/5/2026).
Puluhan warga Patihan, Babat, Lamongan, bersama personel Koramil 0812/10 Babat turun langsung gotong-royong membangun saluran irigasi demi masa depan pertanian yang lebih pasti.
Dipimpin Batuud Koramil 0812/10 Babat, Peltu Akram, kegiatan karya bakti ini menjadi gambaran nyata kedekatan TNI dengan masyarakat.
Tak ada jarak, semua larut dalam semangat gotong royong.
Saluran irigasi yang sebelumnya tersumbat kini dibenahi total.
Tanah digali, jalur air diperkuat, dan aliran dipastikan menjangkau hingga ke petak sawah paling ujung. Tujuannya memastikan air mengalir tanpa hambatan.
“Yang kami lakukan sederhana, tapi dampaknya besar. Kalau air lancar, petani bisa tenang, panen pun meningkat,” ujar Peltu Akram di sela kegiatan.
Ia menegaskan, perbaikan irigasi bukan hanya soal teknis, melainkan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan.
Dengan sistem pengairan yang baik, produktivitas pertanian diyakini akan meningkat signifikan.
“Lamongan dikenal sebagai lumbung pangan Jawa Timur. Kalau irigasi di desa berjalan optimal, itu berarti kontribusi untuk pangan nasional juga ikut terjaga,” tambahnya.
Kepala Desa Patihan, Hasan Siswanto, mengaku terharu dengan keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran aparat mampu membangkitkan semangat warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan pertanian.
“Kami sangat terbantu. Kehadiran TNI memberi energi baru bagi warga. Ini bukan hanya kerja bakti, tapi wujud nyata kebersamaan,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung aman dan penuh antusiasme, kebersamaan yang terbangun di tengah lumpur sawah menjadi simbol kuat bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat masih menjadi kekuatan utama di desa.
Dari Desa Patihan, sebuah pesan sederhana mengalir bersama air irigasi ketika kebersamaan dijaga, harapan akan selalu menemukan jalannya. (Fs)






