Daerah

Pastikan Hutan Tuban Tetap Lestari, Perhutani Jatirogo Gelar Monev

aksesadim01
×

Pastikan Hutan Tuban Tetap Lestari, Perhutani Jatirogo Gelar Monev

Sebarkan artikel ini
IMG 20261001 WA0000

JATIROGO — Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Bojonegoro turun langsung ke sejumlah kawasan hutan untuk mengevaluasi pelaksanaan Rencana Teknik Tahunan (RTT) Semester I Tahun 2026.

Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) tersebut berlangsung dengan peninjauan lapangan pada Selasa (29/9/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan berbagai kegiatan pengelolaan hutan berjalan sesuai perencanaan, standar teknis, serta prinsip kelestarian hutan.

Sejumlah kegiatan menjadi fokus pemeriksaan tim, mulai dari persemaian, pemeliharaan tanaman hingga kegiatan tebangan.

Tim terlebih dahulu meninjau persemaian di petak 15N Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sekaran, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bancar.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan pada beberapa lokasi tebangan.

Di antaranya Tebangan B di petak 16 RPH Nglateng BKPH Bangilan, Tebangan E di petak 3L RPH Sadang BKPH Sekaran dan petak 15G RPH Sekaran BKPH Bancar.

Selain itu, tim juga melakukan pengecekan Tebangan A2 di petak 3I RPH Sadang BKPH Sekaran.

Administratur Perhutani KPH Jatirogo, Andry Wahyu Tri Purnawan, menjelaskan bahwa monev menjadi bagian dari pengendalian untuk melihat secara langsung kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan RTT yang telah ditetapkan.

Menurutnya, pengecekan lapangan tidak hanya bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga menjadi bahan untuk melakukan perbaikan pada pelaksanaan kegiatan berikutnya.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting dari pengendalian kegiatan di lapangan. Setiap tahapan pekerjaan harus berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku. Hasil evaluasi juga menjadi dasar perbaikan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan RTT,” ujar Andry.

Ia menambahkan, Perhutani KPH Jatirogo terus mendorong pengelolaan hutan yang profesional, terukur dan akuntabel.

Dalam pelaksanaannya, aspek kelestarian hutan tetap menjadi perhatian utama.

Sementara itu, Ketua Tim CDK Bojonegoro, Risky Firmansyah, menyebut monev RTT juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Perhutani dan pemerintah melalui perangkat teknis di bidang kehutanan.

“Pemantauan lapangan ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memastikan kegiatan kehutanan berjalan sesuai ketentuan sekaligus menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan kegiatan pada periode berikutnya,” kata Risky.

Melalui evaluasi langsung tersebut, pelaksanaan RTT di wilayah KPH Jatirogo diharapkan dapat terus berjalan terarah sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.(er)