Infotaiment

Penyelam Basarnas Jawab Kritik Video Evakuasi Kapal Virgo Transport 8, Ungkap Bahaya di Bawah Laut

aksesadim01
×

Penyelam Basarnas Jawab Kritik Video Evakuasi Kapal Virgo Transport 8, Ungkap Bahaya di Bawah Laut

Sebarkan artikel ini
IMG 20260927 WA0018

SURABAYA – Video proses pencarian dan evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa menjadi sorotan publik.

Sejumlah warganet mempertanyakan perekaman aktivitas penyelam Basarnas Special Group (BSG) di tengah operasi penyelamatan korban.

Menanggapi kritik tersebut, salah satu anggota BSG, Pras, melalui akun Instagram @egaprasutiaa menjelaskan bahwa dokumentasi kegiatan merupakan bagian dari laporan kinerja Basarnas kepada masyarakat.

Di sisi lain, operasi pencarian dan evakuasi korban kapal Virgo Transport 8 masih terus berlangsung.

Tim penyelam dikerahkan untuk menjangkau bangkai kapal yang berada di kedalaman puluhan meter di bawah permukaan laut.

Dalam prosesnya, penyelam melakukan sejumlah upaya untuk menjangkau bagian dalam kapal, termasuk membuka kaca jendela guna mengakses area yang menjadi lokasi pencarian korban.

Perkembangan operasi tersebut juga disampaikan Basarnas melalui unggahan video di akun media sosial resmi maupun akun pribadi sejumlah anggota BSG.

Perdebatan bermula dari komentar seorang warganet pada unggahan video proses evakuasi korban kapal Virgo Transport 8.

Warganet dengan akun @yun******a mempertanyakan tujuan perekaman video di tengah operasi pencarian korban.

“Ini misi menolong atau misi buat konten? Satunya kerja, satunya sibuk hanya merekam,” tulis akun tersebut.

Menanggapi komentar itu, Pras memberikan penjelasan mengenai alasan Basarnas mendokumentasikan kegiatan operasional.

Ia menyebut Basarnas merupakan instansi pemerintah yang pegawainya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Karena itu, dokumentasi kegiatan menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kinerja kepada masyarakat.

“Begini ya Mas Y, Basarnas itu instansi pemerintah dan pegawainya itu ASN. Nah, gaji kami ini berasal dari APBN,” ujar Pras, dikutip dari unggahannya pada Minggu (27/9/2026).

Ia kemudian menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) salah satunya bersumber dari penerimaan perpajakan.

“APBN ini salah satu sumber pendapatannya dari penerimaan perpajakan. Masnya kan bayar pajak, berhak dong melihat kinerja kami para ASN Basarnas yang digaji dari APBN,” imbuhnya.

Pras juga menjelaskan bahwa proses evakuasi di bawah laut bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sembarang orang.

Menurutnya, penyelaman untuk menjangkau bangkai kapal memiliki sejumlah risiko yang harus diperhitungkan oleh setiap anggota tim.

Selain menghadapi arus laut, penyelam juga berisiko mengalami dekompresi, trauma, hingga hipotermia.

Risiko tersebut dapat membahayakan keselamatan penyelam selama menjalankan tugas.

“Selain ancaman arus laut, penyelam ini berisiko dekompresi, trauma, bahkan sampai hipotermia. Risiko tadi bisa menyebabkan kematian bagi penyelam dan itu kan video lagi evakuasi,” sambungnya.

Karena itu, proses evakuasi dilakukan oleh personel yang memiliki keahlian khusus dalam penyelaman dan penanganan kondisi darurat di bawah air.

Selain Pras, anggota Basarnas lainnya juga memberikan penjelasan terkait teknis perekaman video selama operasi pencarian korban.

Melalui unggahan yang sama, anggota dengan akun @io_**a menyebut kamera yang digunakan untuk merekam telah dipasang pada kepala penyelam.

Dengan metode tersebut, perekaman diklaim tidak mengganggu aktivitas maupun kinerja personel saat melakukan evakuasi.

“Video diambil dari kamera yang terpasang di kepala penyelam dan tidak mengganggu kinerja penyelam,” tulis anggota tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa tugas penyelam tidak hanya berfokus pada pencarian dan evakuasi korban, tetapi juga mencakup upaya menjaga keselamatan rekan satu tim.

“Jadi itu secara bergantian, kedua penyelam saling bekerja sama bukan hanya bertugas menyelam,” tuturnya.

Sementara itu, operasi pencarian korban kapal Virgo Transport 8 masih terus berlanjut.

Berdasarkan data per Sabtu (26/9/2026), pencarian telah memasuki hari ke-14.

Hingga pukul 18.00 Wita, tim gabungan dilaporkan berhasil menemukan 172 orang dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes penumpang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 64 orang lainnya ditemukan meninggal dunia.

Dengan demikian, masih terdapat 71 orang yang belum ditemukan dan menjadi sasaran pencarian tim SAR.

Untuk memaksimalkan upaya pencarian dan evakuasi, Basarnas kembali memperpanjang masa operasi selama tujuh hari ke depan.

Perpanjangan tersebut menjadi yang kedua kalinya sejak operasi pencarian korban kapal Virgo Transport 8 dilaksanakan.

Tim SAR pun terus berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi bangkai kapal dan area yang dinilai berkaitan dengan keberadaan korban. (sh)