Daerah

JUT Diterjang Banjir, Warga Mediyunan Ngasem Bojonegoro Bergerak dengan Dana Swadaya

aksesadim01
×

JUT Diterjang Banjir, Warga Mediyunan Ngasem Bojonegoro Bergerak dengan Dana Swadaya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260927 WA0014

BOJONEGORO – Kerusakan Jalan Usaha Tani (JUT) dan bronjong akibat diterjang banjir tak membuat warga Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, tinggal diam.

Warga RT 03/RW 01 memilih turun langsung memperbaiki akses tersebut secara gotong royong.

Selain menyumbangkan tenaga, masyarakat juga secara sukarela mengumpulkan iuran untuk membeli material yang dibutuhkan.

Kerusakan JUT sebelumnya membuat akses menuju lahan pertanian menjadi sulit dilalui.

Kondisi bronjong yang ikut terdampak banjir juga membutuhkan penanganan agar kerusakan tidak semakin parah.

Dengan keterbatasan anggaran desa, warga kemudian mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.

Sejumlah warga bekerja bersama menangani bagian jalan yang rusak, sementara lainnya menyiapkan material dan berbagai kebutuhan selama proses pengerjaan.

Kegiatan perbaikan dilakukan secara bertahap, terutama setiap Sabtu dan Minggu.

Pemerintah Desa Mediyunan turut memberikan dukungan terhadap upaya masyarakat tersebut.

Semangat gotong royong itu terlihat saat warga bersama-sama memperbaiki JUT dan bronjong yang rusak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasun Mediyunan Sadiman, Bayan Ngadeni, Modin Jait, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Kasun Mediyunan Sadiman mengatakan, perbaikan tersebut murni berangkat dari kebutuhan warga terhadap akses menuju lahan pertanian.

“Kegiatan gotong royong memperbaiki jalan usaha tani dan bronjong yang rusak akibat banjir ini memang inisiatif warga. Tujuannya agar akses jalan tersebut bisa dilewati kembali,” ujar Sadiman, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, kekompakan warga menjadi kekuatan utama dalam menangani kerusakan fasilitas yang selama ini menunjang aktivitas pertanian masyarakat.

Gotong royong tidak hanya dilakukan melalui tenaga. Warga juga ikut membantu pengadaan material dengan cara iuran secara sukarela.

Bagi masyarakat, keberadaan JUT memiliki peran penting karena menjadi jalur utama menuju area pertanian.

Kerusakan jalan dapat menghambat mobilitas warga, terutama saat hendak menuju maupun membawa hasil dari lahan pertanian.

Perbaikan swadaya tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara agar akses kembali berfungsi.

Namun, warga tetap berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan perhatian terhadap kondisi JUT dan bronjong di Desa Mediyunan.

Masyarakat berharap kerusakan akibat banjir dapat ditangani secara lebih permanen.

Dengan begitu, akses menuju lahan pertanian tidak kembali mengalami persoalan serupa ketika banjir melanda.

Semangat warga Mediyunan memperbaiki fasilitas secara bersama-sama menjadi bukti bahwa persoalan infrastruktur di tingkat desa juga dapat mendorong kuatnya kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat. (er)