Politik

Komisi B DPRD Bojonegoro Bongkar Target Pendapatan BUMD Bojonegoro untuk APBD 2027

aksesadim01
8379
×

Komisi B DPRD Bojonegoro Bongkar Target Pendapatan BUMD Bojonegoro untuk APBD 2027

Sebarkan artikel ini
IMG 20260813 WA0006

BOJONEGORO – Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro meminta seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) lebih cermat dalam menetapkan target pendapatan untuk APBD 2027.

Target yang dicantumkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) harus memiliki dasar perhitungan yang jelas, realistis, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi B DPRD Bojonegoro bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan sejumlah BUMD, Rabu (12/8/2026).

Pimpinan rapat, Lasuri, menekankan agar target pendapatan BUMD tidak hanya dipasang tinggi, tetapi benar-benar berdasarkan kemampuan dan kondisi bisnis masing-masing perusahaan.

Menurutnya, perencanaan yang matang diperlukan agar target dalam KUA-PPAS tidak mengalami perubahan signifikan ketika memasuki pembahasan APBD maupun perubahan APBD.

“Setiap target yang masuk dalam KUA-PPAS harus memiliki dasar perhitungan yang jelas sehingga dapat direalisasikan dan tidak menimbulkan perubahan besar pada saat pembahasan APBD maupun perubahan APBD,” tegas Lasuri.

Dalam rapat tersebut, kinerja PT ADS menjadi salah satu perhatian.

Dirut PT ADS Mohammad Kundori memaparkan bahwa performa perusahaan hingga semester I 2026 menunjukkan hasil positif.

Realisasi pendapatan PT ADS hingga semester I disebut mencapai sekitar 276 persen dibandingkan RKKA semester I.

Bahkan, jika dibandingkan dengan target RKKA hingga akhir 2026, capaian sementara tersebut sudah berada di kisaran 145 persen.

“Ini kabar yang sangat menggembirakan. Sampai semester I, dari perbandingan RKKA dan realisasi sudah melebihi target 276 persen,” ujar Kundori.

Ia menjelaskan, capaian pendapatan perusahaan dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya volume produksi, harga minyak atau Indonesian Crude Price (ICP), cost recovery, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Meski sektor produksi atau lifting masih menghadapi tantangan, PT ADS tetap optimistis kinerja pendapatan dapat terjaga hingga akhir tahun.

Salah satu faktor pendukungnya adalah harga minyak yang dinilai masih cukup memberikan ruang positif bagi perusahaan.

Tak hanya membahas kinerja bisnis, PT ADS juga menyampaikan rencana kontribusi perusahaan untuk mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, termasuk program Pakan Ayam GAYATRI.

Melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT ADS berencana memberikan subsidi biaya transportasi untuk pengangkutan pakan ayam dari gudang menuju sejumlah titik distribusi di desa.

Skema distribusi tersebut akan melibatkan mitra di tingkat desa, mulai dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), koperasi, BUMDes, hingga kelompok ternak.

“Subsidi transportasi ini akan kita lakukan, sehingga harapannya dengan harga di gudang selisihnya cukup lumayan ketika harga distributor yang hari ini existing berjalan,” kata Mohammad Kundori.

Selain subsidi transportasi, PT ADS juga menyiapkan dukungan berupa bantuan peralatan bagi BUMDes dan kelompok ternak yang telah diinventarisasi bersama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro.

Bantuan tersebut diarahkan kepada kelompok yang dinilai memiliki potensi pengembangan usaha dan selama ini telah bergerak di sektor pakan maupun peternakan.

Kundori menargetkan program dukungan tersebut mulai berjalan dalam waktu dekat.

“Insyaallah di akhir Agustus atau awal September program ini akan running, sebagai penyelamatan program prioritas dari Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kontribusi BUMD terhadap pendapatan daerah, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap keberlanjutan program peternakan dan penguatan ekonomi masyarakat desa di Bojonegoro. (er)