Nasional

Di Hadapan Ribuan Akademisi, Presiden Prabowo Tegaskan Kunci Kemajuan Bangsa

aksesadim01
6866
×

Di Hadapan Ribuan Akademisi, Presiden Prabowo Tegaskan Kunci Kemajuan Bangsa

Sebarkan artikel ini
IMG 20260628 WA0014

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh seberapa sedikit persoalan yang dimiliki, melainkan oleh keberanian pemerintah dan seluruh elemen negara dalam menghadapi, mengakui, serta menyelesaikan setiap tantangan yang muncul.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (28/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 2.600 peserta yang terdiri dari para rektor, akademisi, peneliti, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi dan industri.

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa budaya keterbukaan terhadap kritik dan masukan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang efektif.

Menurutnya, setiap persoalan harus dihadapi dengan keberanian, bukan ditutup-tutupi atau dihindari.

Presiden mengatakan pemerintah harus memiliki sikap jujur dalam mengakui berbagai kekurangan yang masih ada, kemudian bekerja keras mencari solusi terbaik demi kepentingan masyarakat.

“Kesulitan harus dihadapi. Kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” tegas Prabowo.

Di hadapan ribuan peserta, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan kalangan akademisi.

Ia memastikan seluruh usulan dan pertanyaan yang disampaikan akan dipelajari satu per satu sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Menurut Prabowo, sinergi antara pemerintah dengan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berbasis ilmu pengetahuan.

Dia menegaskan bahwa setiap saran yang masuk tidak akan diabaikan, melainkan menjadi bagian dari proses penyempurnaan berbagai program pemerintah.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa pandangannya mengenai kepemimpinan dan pembangunan bangsa diperoleh dari banyak pengalaman serta berbagai masukan yang diterimanya selama ini.

Menurutnya, organisasi, lembaga, maupun negara yang mampu berkembang adalah mereka yang tidak takut mengidentifikasi kelemahan sendiri.

Dengan mengenali kekurangan secara jujur, langkah-langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Karena itu, Presiden mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya berpikir terbuka, berani melakukan evaluasi, serta terus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing. (dpw)