Nasional

Pidato Prabowo di May Day: Negara Harus Berpihak pada Rakyat

aksesadim01
9086
×

Pidato Prabowo di May Day: Negara Harus Berpihak pada Rakyat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260502 WA0006

JAKARTA – Lautan manusia memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Jumat 1 Mei 2026, sejak dini hari.

Sekitar 400 ribu buruh dari berbagai daerah berkumpul dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, membawa semangat solidaritas sekaligus menyuarakan aspirasi.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah massa menjadi momen yang paling dinantikan.

Presiden tiba melalui sisi barat daya Monas dan langsung disambut riuh sorakan, tepuk tangan, serta kibaran bendera serikat pekerja yang memenuhi area.

Di atas panggung utama, Presiden Prabowo menyapa para buruh dengan lambaian tangan, sebelum acara resmi dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggema penuh khidmat.

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas undangan yang diberikan kepadanya untuk hadir langsung bersama para pekerja di momentum penting tersebut.

“Hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Kehormatan bagi saya bisa berada di tengah saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari buruh, petani, nelayan hingga pekerja menjadi fondasi kuat dalam kepemimpinannya.

Dirinya berkomitmen untuk terus mengabdikan diri bagi kepentingan rakyat, terutama mereka yang masih menghadapi kesulitan hidup.

“Saya bertekad untuk berjuang demi seluruh rakyat Indonesia, khususnya yang kehidupannya masih sulit,” tegasnya.

Lebih jauh, Prabowo memastikan bahwa pemerintah tidak akan ragu dalam membela kepentingan rakyat.

Dia menegaskan sikap tegas bahwa negara akan selalu hadir dan berdiri di pihak masyarakat.

“Kami tidak akan gentar, tidak akan menyerah, dan tidak akan ragu untuk membela rakyat Indonesia,” lanjut Presiden dengan penuh penekanan.

Peringatan May Day 2026 berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah ratusan ribu buruh menjadi simbol kuat bahwa negara hadir untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi mereka.

Sejumlah pejabat tinggi turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bersama para menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan serikat pekerja. (dpw)