TNI/POLRI

Ngobras Kapolres dan Mahasiswa, Sinergi Jaga Lamongan Diperkuat

aksesadim01
×

Ngobras Kapolres dan Mahasiswa, Sinergi Jaga Lamongan Diperkuat

Sebarkan artikel ini
IMG 20261020 WA0034

LAMONGAN – Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) membutuhkan kerja sama berbagai pihak, bukan hanya mengandalkan peran kepolisian.

Keterlibatan mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda dinilai penting untuk membangun lingkungan yang aman, damai dan kondusif di Kabupaten Lamongan.

Semangat kolaborasi tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngobrol Bareng Santai (Ngobras) antara Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra, Ph.D., dengan Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lamongan dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI. Kegiatan berlangsung di Lobby Polres Lamongan, Senin (19/10/2026).

Pertemuan yang dikemas secara santai dan penuh keakraban itu menjadi wadah bagi kepolisian dan organisasi mahasiswa untuk bertukar pandangan, menyampaikan aspirasi, serta memperkuat komunikasi dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Sejumlah pejabat utama Polres Lamongan turut hadir bersama jajaran pengurus organisasi mahasiswa.

Melalui forum tersebut, kedua pihak berupaya membangun kesamaan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kamtibmas melalui pendekatan dialogis dan kerja sama yang berkelanjutan.

Dalam dialog tersebut, perwakilan mahasiswa mengapresiasi kesempatan yang diberikan Kapolres Lamongan untuk berdiskusi secara langsung.

Mereka juga menyatakan kesiapan untuk membangun sinergi dengan kepolisian melalui berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa dinilai memiliki peran penting, terutama dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada generasi muda, meningkatkan kepedulian sosial, serta membantu mencegah munculnya persoalan keamanan di lingkungan masyarakat.

Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra menegaskan bahwa generasi muda mempunyai posisi strategis dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Karena itu, mahasiswa dan kalangan pelajar diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menjaga suasana tetap kondusif.

Sebagai salah satu langkah pembinaan, Polres Lamongan terus memberikan edukasi kepada pelajar dan remaja.

Upaya tersebut dilakukan, antara lain, melalui keterlibatan personel kepolisian sebagai pembina upacara di sekolah untuk menanamkan kesadaran hukum dan mencegah kenakalan remaja.

Selain membahas peran generasi muda, dialog tersebut juga menyinggung pentingnya penanganan potensi konflik dan kerawanan sosial secara tepat.

Kapolres menegaskan bahwa setiap pelanggaran hukum akan ditangani secara tegas dan profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang.

Penyampaian aspirasi, menurutnya, perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan mematuhi aturan serta tetap menghormati hak masyarakat lainnya.

“Polres Lamongan siap memberikan pelayanan dan pengamanan secara profesional terhadap kegiatan penyampaian aspirasi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara penghormatan terhadap hak demokratis masyarakat dan upaya mempertahankan keamanan serta ketertiban umum.

Secara terpisah, Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa Ngobras menjadi salah satu sarana untuk membangun komunikasi terbuka antara kepolisian dan organisasi mahasiswa.

Melalui komunikasi langsung, berbagai masukan dan aspirasi diharapkan dapat disampaikan secara konstruktif sehingga berpeluang ditindaklanjuti melalui langkah-langkah yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa juga dapat mendukung deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial.

Dengan komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani melalui koordinasi yang tepat.

Tidak hanya berfokus pada keamanan, sinergi tersebut juga diharapkan berkembang menjadi gerakan sosial yang menyentuh kebutuhan warga.

Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan bersama antara lain penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan serta aksi kemanusiaan lainnya.

Melalui kegiatan Ngobras, Polres Lamongan berharap hubungan dengan kalangan mahasiswa semakin kuat dan terbuka.

Kemitraan ini diharapkan tidak berhenti pada upaya menjaga stabilitas kamtibmas, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan komunikasi yang terjaga, sikap saling menghormati, serta komitmen bersama dalam menaati hukum, sinergi kepolisian dan mahasiswa diharapkan mampu mendukung terwujudnya Kabupaten Lamongan yang aman, damai, kondusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (fs)