Infotaiment

Peluang Kerja, PT Shou Fong Bojonegoro Buka Lowongan untuk Pria dan Wanita

aksesadim01
×

Peluang Kerja, PT Shou Fong Bojonegoro Buka Lowongan untuk Pria dan Wanita

Sebarkan artikel ini
IMG 20260929 WA0019

BOJONEGORO – Kabar baik bagi pencari kerja di Kabupaten Bojonegoro.

PT Shou Fong Lastindo berencana merekrut sekitar 3.000 tenaga kerja baru pada 2026.

Kesempatan ini terbuka bagi laki-laki maupun perempuan berusia 18 hingga 55 tahun.

Rencana penambahan karyawan tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dengan CEO PT Shou Fong Lastindo, Wa Ode Yuli yang dikenal dengan nama James, Senin (28/9/2026).

Penambahan ribuan tenaga kerja ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka kemiskinan melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal.

Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menjelaskan, perusahaan membuka peluang kerja bagi masyarakat dengan rentang usia 18 hingga 55 tahun tanpa membedakan laki-laki maupun perempuan.

Menurutnya, calon pekerja diharapkan memiliki etos kerja yang baik serta menjunjung tinggi kejujuran.

“Yang penting etos kerja dan kejujurannya. Usianya 18 sampai 55 tahun, laki-laki maupun perempuan,” ujarnya.

Selain membuka peluang kerja dalam jumlah besar, besaran penghasilan juga menjadi perhatian bagi calon pelamar.

Nurul Azizah menyampaikan, upah pekerja akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan tambahan jam kerja lembur, penghasilan rata-rata karyawan dapat mencapai sekitar Rp3,5 juta per bulan.

Sementara itu, pekerja yang mengambil lebih banyak jam lembur berpeluang memperoleh penghasilan hingga Rp5 juta sampai Rp5,5 juta per bulan.

Besaran penghasilan tersebut bergantung pada jumlah jam lembur yang dijalani pekerja.

Bagi masyarakat yang berminat, proses pendaftaran dan seleksi calon karyawan dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober 2026.

Nurul Azizah mengajak masyarakat Bojonegoro memanfaatkan peluang tersebut untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ia menegaskan, Pemkab Bojonegoro mendorong setiap investasi yang masuk ke daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap perizinan dan kemudahan investasi harus diimbangi dengan komitmen perusahaan dalam membuka lapangan kerja bagi warga setempat.

“Komitmen kita, setiap investasi yang masuk harus memperbanyak tenaga kerja. Karena itu, kami mendorong agar kesempatan kerja ini bisa dimanfaatkan masyarakat Bojonegoro,” jelasnya.

Sementara itu, CEO PT Shou Fong Lastindo, Wa Ode Yuli atau James, mengungkapkan bahwa perusahaan telah beroperasi di Bojonegoro selama kurang lebih delapan tahun setelah sebelumnya berpindah dari Pasuruan.

Pada 2026, perusahaan menargetkan penambahan sekitar 3.000 karyawan untuk mendukung kegiatan usahanya.

“Di tahun ini kami mau tambah pekerja sekitar 3.000 karyawan lagi,” katanya.

James juga menegaskan, keberadaan perusahaan di Bojonegoro tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi sepatu.

Pihaknya ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan mendukung kebutuhan daerah melalui kerja sama dengan pemerintah.

“Tujuannya bukan cuma bikin sepatu. Kami juga mau melakukan sesuatu yang baik kembali ke warga Bojonegoro. Kalau ada permintaan bantuan dari pemerintah, kami siap bantu,” pungkasnya.

Dengan rencana penambahan 3.000 tenaga kerja tersebut, PT Shou Fong Lastindo diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Bojonegoro sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (er)