TNI/POLRI

Wiwit Panen Kebalanpelang Lamongan, Babinsa Bantu Petani

aksesadim01
4
×

Wiwit Panen Kebalanpelang Lamongan, Babinsa Bantu Petani

Sebarkan artikel ini
IMG 20260830 WA0011

LAMONGAN — Hamparan sawah di Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, menjadi saksi kebersamaan antara petani dan aparat dalam tradisi Wiwit Tasyakuran Panen Raya, Sabtu (29/8/2026).

Tak sekadar menghadiri prosesi syukuran, jajaran Koramil 0812/10 Babat turut menunjukkan dukungan nyata terhadap petani.

Danramil 0812/10 Babat Kapten Czi Slamet bersama Babinsa Desa Kebalanpelang Serma Muchid Yudiamin bahkan turun langsung ke sawah dan ikut memanen padi secara manual.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus memperkuat hubungan antara petani, pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat.

Sebelum turun ke persawahan, rangkaian Wiwit Tasyakuran Panen Raya digelar di Balai Desa Kebalanpelang.

Sejumlah unsur Forkopimcam Babat hadir, di antaranya Camat Babat Noman Krisna, S.STP., M.Si., Danramil 0812/10 Babat Kapten Czi Slamet, serta Kapolsek Babat yang diwakili Aiptu Mujiono.

Turut hadir Sekcam Babat Fakih, S.E., Pendamping Desa Muhlis, Kepala Desa Kebalanpelang Mustofa bersama perangkat desa, tokoh agama, kelompok tani, serta masyarakat petani.

Camat Babat Noman Krisna memberikan apresiasi kepada para petani yang selama ini berupaya menjaga produktivitas pertanian.

Menurutnya, keberhasilan panen bukan hanya menjadi keuntungan bagi petani, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di wilayah.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Kebalanpelang Mustofa. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan jajaran

Muspika, terutama Koramil dan Polsek Babat, terhadap sektor pertanian di desanya.

Ia berharap sinergi tersebut terus dipertahankan sehingga petani memperoleh pendampingan yang berkelanjutan dan hasil pertanian semakin meningkat.

Suasana syukuran semakin khidmat dengan istighotsah dan pembacaan Mahalul Qiyam yang dipimpin Kyai Tajri.

Doa bersama menjadi ungkapan syukur sekaligus harapan agar hasil panen membawa keberkahan, keselamatan dan manfaat bagi masyarakat.

Setelah prosesi doa, para peserta mengikuti ramah tamah.

Petani, tokoh masyarakat, Babinsa dan unsur Muspika berbaur sambil menikmati hidangan dan berdiskusi mengenai perkembangan serta berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian.

Momen berbeda kemudian terjadi ketika Kapten Czi Slamet dan Serma Muchid Yudiamin meninggalkan balai desa menuju persawahan.

Dengan masih mengenakan seragam dinas, keduanya ikut memanen padi bersama warga.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas petani itu menunjukkan bahwa pendampingan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui komunikasi dan kegiatan formal, tetapi juga melalui keterlibatan langsung di lapangan.

Danramil 0812/10 Babat menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus sarana mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.

Tradisi Wiwit Panen di Kebalanpelang pun terselip pesan tentang pentingnya kebersamaan, kepedulian, serta gotong royong dalam menjaga ketahanan pangan.

Dari balai desa hingga hamparan sawah, petani dan aparat bersama-sama merayakan hasil kerja keras yang telah dilakukan selama masa tanam.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar dan penuh keakraban. (er)