SURABAYA – Suasana penuh keceriaan dan kreativitas mewarnai kegiatan Assembly atau Gelar Karya RA Al Fithrah Surabaya, Sabtu (7/11/2026).
Sebanyak 129 peserta didik tampil menunjukkan hasil kreativitas dan pengalaman belajar mereka setelah menjalani pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) selama kurang lebih satu bulan.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang memamerkan hasil karya anak-anak.
Lebih dari itu, Assembly menjadi panggung bagi peserta didik untuk menunjukkan keberanian, mengasah kreativitas, sekaligus melatih kemampuan berbicara dan berkomunikasi di hadapan para wali santri.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan pengalaman berharga untuk memperkenalkan hasil pekerjaan mereka, menjelaskan ide yang dituangkan dalam sebuah karya, hingga membangun rasa percaya diri sejak usia dini.
Dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek kali ini, RA Al Fithrah mengangkat dua tema menarik yang disesuaikan dengan kelompok belajar masing-masing.
Kelompok A mengusung tema “My Home”, sementara Kelompok B mengangkat tema “My School”.
Kedua tema tersebut dipilih untuk mengenalkan anak-anak pada lingkungan terdekat dalam kehidupan sehari-hari, yakni rumah dan sekolah.
Melalui tema tersebut, peserta didik diajak mengenal berbagai hal di sekitar mereka dengan cara yang menyenangkan.
Anak-anak tidak hanya belajar melalui penjelasan guru, tetapi juga melakukan pengamatan, eksplorasi, menuangkan ide, serta menciptakan karya berdasarkan pengalaman mereka sendiri.
Pendekatan pembelajaran ini memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas, dan rasa ingin tahu.
Proses belajar pun menjadi lebih hidup karena peserta didik terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan.
Puncak pembelajaran PjBL kemudian dikemas melalui kegiatan Assembly.
Dalam kesempatan ini, seluruh hasil proyek yang telah dikerjakan selama kurang lebih satu bulan diperkenalkan kepada para wali santri.
Satu per satu peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan hasil karyanya.
Momen tersebut menjadi pengalaman penting bagi anak-anak untuk belajar tampil di hadapan orang lain, menyampaikan gagasan, serta menjelaskan proses pembuatan karya mereka.
Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan anak usia dini.
Sebab, keberanian berbicara, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan keterampilan sosial perlu dibangun melalui pengalaman nyata sejak awal masa pendidikan.
Kepala RA Al Fithrah menjelaskan bahwa kegiatan Assembly merupakan kelanjutan dari proses pembelajaran berbasis proyek yang telah dilaksanakan selama satu bulan.
Menurutnya, penerapan PjBL bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna.
Anak-anak didorong untuk tidak hanya menerima materi pembelajaran, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menemukan ide, mengembangkan kreativitas, hingga menghasilkan sebuah karya.
“Kegiatan Assembly ini merupakan kelanjutan dari pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang telah dilaksanakan oleh peserta didik RA Al Fithrah selama kurang lebih satu bulan. Melalui kegiatan PjBL, kami ingin melatih kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta membangun keterampilan bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik, baik bersama teman maupun guru,” ungkap Kepala RA Al Fithrah.
Dia menambahkan, melalui Assembly, anak-anak memperoleh kesempatan untuk menampilkan hasil proyek yang telah dibuat sekaligus melatih keberanian dan rasa percaya diri ketika memperkenalkan karya kepada para wali santri.
“Sementara itu, melalui kegiatan Assembly, anak-anak diberikan kesempatan untuk menampilkan hasil proyek yang telah mereka buat sekaligus melatih rasa percaya diri dan keberanian dalam memperkenalkan serta memamerkan hasil karya mereka kepada para wali santri,” lanjutnya.
Kegiatan Assembly juga memberikan kesempatan kepada para wali santri untuk menyaksikan secara langsung perkembangan kemampuan dan kreativitas anak selama mengikuti pembelajaran PjBL.
Berbagai karya yang ditampilkan menjadi bukti proses belajar yang telah dilalui peserta didik.
Di balik setiap hasil karya, terdapat pengalaman mengamati, mencoba, berkreasi, berdiskusi, hingga belajar menyelesaikan tugas bersama teman dan guru.
Momentum ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap usaha anak-anak dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran.
RA Al Fithrah Surabaya terus berupaya menghadirkan sistem pembelajaran yang berpusat pada anak atau student-centered learning.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diberikan kesempatan lebih luas untuk mengeksplorasi lingkungan, mengembangkan potensi, serta belajar secara aktif sesuai tahap perkembangannya.
Selain mengembangkan kemampuan akademis dasar, pembelajaran juga diarahkan untuk membangun karakter positif, seperti kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan sikap saling menghargai.
Anak-anak juga diajak memahami bahwa setiap karya memiliki nilai dan proses tersendiri.
Mereka belajar menghargai hasil pekerjaan sendiri maupun karya teman, sekaligus membangun keberanian untuk menyampaikan pendapat.
Melalui kegiatan Assembly dan penerapan Project Based Learning, RA Al Fithrah berharap dapat menciptakan pengalaman pendidikan yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Harapannya, 129 peserta didik tersebut dapat terus tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, berani, mampu bekerja sama, serta memiliki rasa pe hjrcaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan dan pengalaman belajar di masa depan. (sh)






