Infotaiment

Kawal Prabowo, SMSI Tegaskan Dukungan Tak Berarti Tanpa Kritik

aksesadim01
×

Kawal Prabowo, SMSI Tegaskan Dukungan Tak Berarti Tanpa Kritik

Sebarkan artikel ini
IMG 20261105 WA0034

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan komitmennya untuk ikut mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Organisasi yang menaungi ribuan perusahaan media siber di Indonesia tersebut siap menjadi mitra strategis pemerintah, sekaligus menjalankan fungsi kontrol melalui kritik dan masukan yang konstruktif.

Komitmen itu mengemuka dalam diskusi terbatas yang digelar SMSI di Restoran Kampung Kecil, Jalan Abdul Muis, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa malam (3/11/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana makan malam tersebut menjadi ruang bertukar pandangan bagi sejumlah tokoh media, pengamat politik, dan jajaran pengurus SMSI untuk membahas arah kepemimpinan nasional di tengah berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun perkembangan situasi global.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, menegaskan bahwa organisasinya memiliki pandangan untuk mendukung iktikad baik Presiden Prabowo dalam menjalankan pemerintahan.

Namun, dukungan tersebut tidak berarti SMSI akan menutup mata terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaan kebijakan negara.

Menurut Firdaus, media memiliki tanggung jawab untuk terus mengamati jalannya pemerintahan serta menyampaikan pandangan secara objektif.

Kritik tetap diperlukan apabila terdapat kebijakan atau implementasi program yang tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat.

“Kita mendiskusikan secara terbatas mengenai jalannya pemerintahan. Kita sepakat menjaga pemikiran baik Bapak Prabowo, tetapi kami juga harus terus mencermati dan memberikan masukan konstruktif,” kata Firdaus.

Dia menekankan bahwa dukungan terhadap pemerintah harus berjalan beriringan dengan sikap kritis.

Dengan demikian, media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kualitas kebijakan publik.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pakar SMSI, Yuddy Chrisnandi, yang merupakan mantan Duta Besar Indonesia untuk Ukraina.

Yuddy menilai SMSI mempunyai posisi penting dalam memberikan kontribusi pemikiran terhadap perjalanan bangsa.

Organisasi media siber tersebut diharapkan mampu menjadi tulang punggung, katalisator, sekaligus stabilisator dengan tetap berpegang pada koridor konstitusi.

Ia menegaskan, dukungan terhadap pemerintahan Prabowo layak diberikan selama niat dan tujuan pemerintah tetap diarahkan untuk kemajuan bangsa serta kesejahteraan rakyat.

Dalam konteks tersebut, SMSI diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang memberikan dukungan politik, melainkan juga mampu menghadirkan pemikiran kritis yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

Sementara itu, jurnalis senior Hersubeno Arif mengingatkan pentingnya melihat kepemimpinan Presiden Prabowo secara proporsional.

Menurutnya, terdapat keberpihakan terhadap kepentingan nasional yang perlu menjadi bagian dari penilaian publik.

Karena itu, masyarakat maupun kalangan media perlu mengedepankan sikap objektif dalam menyikapi berbagai kebijakan dan langkah pemerintah.

Diskusi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Guru Besar STIK Polri Albertus, jurnalis senior Sukriansyah S. Latief, serta jajaran pengurus pusat SMSI.

Tidak berhenti pada diskusi, SMSI berencana menindaklanjuti berbagai pandangan yang berkembang dalam pertemuan tersebut.

Organisasi ini akan menyusun rangkuman sejumlah persoalan strategis menjadi dokumen rekomendasi serta karya literatur yang memuat gagasan dan masukan bagi penyelenggaraan pemerintahan.

Dokumen tersebut nantinya direncanakan disampaikan secara langsung kepada pemerintah sebagai bentuk kontribusi pemikiran dari kalangan industri media siber nasional.

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi SMSI dalam kehidupan demokrasi.

Dukungan terhadap pemerintah tetap diberikan, tetapi fungsi pengawasan, penyampaian kritik, dan kontrol publik harus tetap berjalan.

Bagi SMSI, mengawal pemerintahan bukan berarti membenarkan seluruh kebijakan, melainkan ikut memastikan setiap langkah penyelenggaraan negara tetap berpihak pada kepentingan masyarakat dan kemajuan Indonesia. (dpw)