Daerah

10 Kecamatan, 330 Peserta Bersaing di MTQ Bojonegoro

aksesadim01
×

10 Kecamatan, 330 Peserta Bersaing di MTQ Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20261006 WA0026

BOJONEGORO – Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Bojonegoro Zona 2 atau wilayah tengah resmi digelar di Pondok Pesantren Abu Dzarrin, Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander.

Zona ini menjadi perhatian karena mencatat jumlah peserta terbanyak dibandingkan dua zona lainnya.

Sebanyak 330 peserta dari 10 kecamatan ambil bagian dalam pelaksanaan MTQ Zona 2.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan Zona Timur yang diikuti 279 peserta dan Zona Barat dengan 288 peserta.

Sepuluh kecamatan yang tergabung dalam Zona 2 yakni Dander, Bojonegoro, Temayang, Bubulan, Trucuk, Malo, Kalitidu, Ngasem, Gondang dan Sekar.

Pembukaan MTQ turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Abu Dzarrin K.H.M. Muna’amul Choir bersama istri, Ketua MUI, DMI, anggota DPRD Komisi A dan C, jajaran Kemenag, KUA, 10 camat wilayah tengah, Forpimca Dander, kepala desa, serta sejumlah tamu undangan.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bojonegoro, mengatakan penyelenggaraan MTQ menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan generasi Qur’ani.

Menurutnya, Pemkab Bojonegoro terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk melalui penguatan sektor pendidikan dan pelayanan publik.

“Melalui MTQ ini, kami berharap tidak hanya sekedar membaca dan melantunkan Al-Qur’an, tetapi juga dapat mentadaburi kandungannya. Dari sini diharapkan lahir hafidz dan hafidzah berprestasi yang mampu membawa nama Bojonegoro ke tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.

Nurul Azizah menambahkan, capaian kafilah Bojonegoro di tingkat nasional menunjukkan tren positif.

Salah satunya ditandai dengan diraihnya Harapan 1 oleh Yana pada MTQ Nasional di Semarang tahun 2026.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemicu bagi para peserta MTQ di Bojonegoro untuk terus meningkatkan kemampuan dan percaya diri dalam menghadapi kompetisi di jenjang yang lebih tinggi.

Tak hanya melalui MTQ, Pemkab Bojonegoro juga berupaya menyiapkan generasi muda melalui dukungan pendidikan.

Salah satunya dengan menyediakan bantuan beasiswa pondok pesantren bagi generasi yang diharapkan mampu menjadi penerus pembangunan sekaligus generasi Qur’ani.

Di sisi lain, Nurul Azizah menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM juga dilakukan melalui pengembangan pendidikan tinggi.

Pada 2026, Pemkab Bojonegoro bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk menyiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran dan Teknik Industri Pertanian.

Program tersebut direncanakan mulai dilaksanakan secara bertahap pada 2027.

Kehadiran program studi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung peningkatan kualitas tenaga profesional, termasuk dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis di Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kabupaten Bojonegoro Dian Rohmawati mengatakan Zona 2 menjadi zona terakhir dalam rangkaian pelaksanaan MTQ Kabupaten Bojonegoro sekaligus menjadi wilayah dengan jumlah peserta paling banyak.

“Zona Tengah mencatatkan jumlah peserta terbanyak yaitu 330 peserta, sedangkan Zona Timur diikuti 279 peserta dan Zona Barat 288 peserta. Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi bersama LPTQ. Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan agar semangat belajar Al-Qur’an terus terjaga,” ungkap Dian.

Dengan jumlah peserta yang mencapai 330 orang, MTQ Zona 2 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan silaturahmi bagi generasi muda dari 10 kecamatan.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu menjaga semangat mempelajari Al-Qur’an sekaligus melahirkan qari, qariah, hafidz, hafidzah dan peserta berprestasi yang kelak mampu mengharumkan nama Kabupaten Bojonegoro di tingkat yang lebih tinggi. (er)