LAMONGAN — Kebakaran lahan tebu di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, merembet hingga masuk ke area pabrik PT Yalle Wood Pellet Indonesia.
Kobaran api yang diperparah hembusan angin membuat petugas gabungan harus bergerak cepat untuk mencegah kebakaran meluas.
Peristiwa tersebut diketahui pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan tebu milik warga bernama Iksan.
Cuaca terik ditambah angin kencang membuat api dengan cepat membesar.
Kobaran bahkan berhasil melewati benteng pembatas dan menjalar ke kawasan operasional pabrik.
Mendapat laporan mengenai kebakaran, Babinsa Koramil 0812/05 Kembangbahu langsung menuju lokasi.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk melakukan pengamanan sekaligus mempercepat proses pemadaman.
Penanganan dilakukan secara lintas sektoral dengan melibatkan lima personel Koramil 0812/05 Kembangbahu, 30 personel Yonif TP 888/KJM, lima personel Polsek Kembangbahu, serta tiga personel Satpol PP.
Kekuatan personel tersebut diperkuat sejumlah armada pemadam, yakni satu unit Damkar Kodim 0812/Lamongan dan satu unit Damkar Yonif TP 888/KJM.
Bantuan juga datang dari beberapa daerah, terdiri dari dua unit Damkar Kabupaten Lamongan serta masing-masing satu unit dari Mojokerto, Jombang, Tuban, dan Bojonegoro.
Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo mengatakan, kerja sama lintas instansi menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran.
“Sinergi di lapangan adalah kunci utama penanganan kebakaran ini. Begitu menerima laporan, Babinsa kami langsung terjun mendampingi warga dan mengarahkan armada Damkar Kodim serta tim gabungan lintas kabupaten,” tegasnya.
Ia menyebut kondisi medan serta kencangnya hembusan angin menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Karena itu, keselamatan warga dan perlindungan terhadap aset di sekitar lokasi menjadi prioritas.
“Prioritas kami adalah memadamkan titik api dan memastikan keselamatan warga sekitar serta aset ekonomi daerah,” lanjutnya.
Penanganan kebakaran juga mendapat dukungan langsung dari masyarakat.
Tiga perangkat Desa Pelang, sekitar 15 warga, serta kurang lebih 50 karyawan PT Yalle Wood Pellet Indonesia ikut membantu petugas melokalisasi api dan menangani sejumlah titik yang berpotensi kembali terbakar.
Hingga Sabtu (26/9/2026) pagi, luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.
Kobaran utama telah berhasil dikendalikan, namun petugas masih menemukan bara dan sejumlah titik panas di dalam kawasan pabrik.
Karena itu, proses pembasahan dan pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
Tim gabungan juga meningkatkan patroli serta pemantauan di sekitar lokasi.
Salah satu sarana pendukung yang digunakan adalah aplikasi SIPONGI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membantu mendeteksi potensi titik panas.
Selain fokus pada pemadaman, Babinsa Kodim 0812/Lamongan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya penggarap lahan, agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan.
Himbauan tersebut menjadi penting di tengah kondisi kemarau.
Lahan yang kering ditambah angin kencang dapat membuat api lebih cepat menjalar dan menyulitkan proses pengendalian.
Saat ini kondisi Desa Pelang secara umum relatif terkendali, meski begitu, personel gabungan masih disiagakan untuk memastikan pendinginan berjalan optimal dan tidak muncul kembali titik api.
Kodim 0812/Lamongan juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
Setiap muncul indikasi kebakaran diharapkan segera dilaporkan kepada aparat TNI, Polri, maupun petugas pemadam agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (fs)






