Daerah

Bojonegoro Dukung Survei Lamturo, Potensi Migas Baru Mulai Dibidik

aksesadim01
4
×

Bojonegoro Dukung Survei Lamturo, Potensi Migas Baru Mulai Dibidik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260829 WA0016

BOJONEGORO — Upaya mencari cadangan minyak dan gas bumi baru di Bojonegoro kembali bergulir.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan dukungan terhadap rencana Survei Seismik Darat 2D Lamturo yang akan mencakup wilayah Lamongan, Bojonegoro dan Tuban.

Khusus di Kabupaten Bojonegoro, survei tersebut direncanakan menyasar 17 kecamatan.

Rencana kegiatan ini disosialisasikan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam pertemuan di Ruang Angling Dharma, Jumat (28/8/2026).

Sosialisasi menjadi tahapan penting sebelum kegiatan berlangsung di lapangan.

Berbagai hal mulai dari metode survei, tahapan pelaksanaan, waktu kegiatan hingga aspek teknis disampaikan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama.

Perwakilan SKK Migas, Misbachul Munir, Analis Senior Departemen Operasi, mengatakan Survei Seismik 2D merupakan bagian dari proses panjang eksplorasi migas.

Menurutnya, survei dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai struktur bawah permukaan bumi sehingga potensi minyak dan gas yang mungkin terdapat di dalamnya dapat dipetakan untuk kemudian dikaji lebih lanjut.

“Survei Seismik 2D ini adalah salah satu ikhtiar dari rangkaian panjang pencarian cadangan minyak dan gas bumi,” ujarnya.

Namun, kegiatan tersebut bukan berarti langsung memastikan adanya cadangan migas yang dapat diproduksikan.

Hasil survei nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah eksplorasi berikutnya.

Misbachul juga menekankan bahwa kegiatan survei akan bersentuhan langsung dengan masyarakat dan lingkungan.

Karena itu, koordinasi antara pelaksana, pemerintah daerah, aparat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga menjadi faktor penting.

Aspek keselamatan juga disebut menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan kegiatan hulu migas.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menilai sosialisasi harus mampu memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat.

Terutama mengenai metode yang digunakan, tahapan kegiatan, waktu pelaksanaan, hingga mekanisme survei di lapangan.

Ia mengingatkan masyarakat agar memahami bahwa survei seismik masih berada pada tahap awal dan belum dapat menjadi kepastian bahwa suatu wilayah memiliki cadangan migas yang nantinya bisa diproduksi.

“Survei ini hanya untuk mendeteksi berbagai kemungkinan kalau ini nanti bisa menghasilkan. Maka dalam sosialisasi bisa disampaikan termasuk metodenya apa, bagaimana, kapan, sehingga masyarakat memahami rencana kegiatan ini dengan baik,” jelasnya.

Di sisi lain, eksplorasi cadangan baru dinilai semakin penting bagi Bojonegoro.

Sebab, produksi minyak yang pernah mencapai sekitar 231.000 barel per hari pada 2021, kini dilaporkan berada di kisaran 157.000 barel per hari.
Penurunan produksi tersebut juga berdampak terhadap penerimaan daerah dari sektor migas.

Pada periode puncak, DBH Migas Bojonegoro disebut pernah mencapai sekitar Rp4,5 triliun. Sementara pada 2025–2026, penerimaannya berada di kisaran Rp2,8 triliun.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Bojonegoro dalam mempertahankan kapasitas fiskal untuk mendukung pembangunan sekaligus memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.

Karena itu, pencarian potensi cadangan baru menjadi salah satu langkah yang diharapkan dapat menjaga keberlanjutan sektor migas di daerah.

Pemkab Bojonegoro berharap Survei Seismik 2D Lamturo dapat terlaksana secara aman, tertib, dan lancar.

Jika hasil eksplorasi menunjukkan adanya potensi yang layak ditindaklanjuti hingga tahap produksi, aktivitas tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi daerah dan masyarakat.

Manfaat tersebut tidak hanya berkaitan dengan penerimaan negara dan daerah, tetapi juga aktivitas ekonomi serta peluang keterlibatan masyarakat dalam kegiatan penunjang sektor migas.

Di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Survei Seismik 2D Lamturo direncanakan melintasi 17 kecamatan.

Wilayah tersebut meliputi Balen, Baureno, Kanor, Kedungadem, Kepohbaru, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Bubulan, Dander, Gondang, Ngambon, Ngasem, Purwosari, Sekar, Tambakrejo dan Temayang.

Pemkab meminta seluruh tahapan kegiatan tetap memperhatikan keselamatan, ketentuan yang berlaku, perlindungan lingkungan, serta komunikasi dengan masyarakat.

Sinergi antara Pemkab Bojonegoro, SKK Migas, Pertamina EP, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan survei yang kondusif.

Survei ini menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk mengetahui apakah masih terdapat potensi energi baru di bawah wilayah Bojonegoro.

Hasilnya kelak akan menjadi penentu apakah pencarian tersebut dapat berlanjut ke tahap eksplorasi berikutnya. (Pro/er)