Infotaiment

Target Bebas TBC 2026, Mahasiswa KKN STIKES Rajekwesi Turun ke Desa

aksesadim01
5790
×

Target Bebas TBC 2026, Mahasiswa KKN STIKES Rajekwesi Turun ke Desa

Sebarkan artikel ini
IMG 20260107 WA0034

BOJONEGORO – Sebanyak 82 mahasiswa STIKES Rajekwesi Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Margomulyo, Kecamatan Balen.

Pelepasan dilakukan di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Rabu (7/1/2026), sekaligus menandai dimulainya keterlibatan langsung mahasiswa dalam program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam sambutannya memberikan tantangan nyata kepada para mahasiswa agar KKN tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menghasilkan dampak konkret bagi masyarakat.

Wabup menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Bojonegoro dalam mewujudkan target bebas Tuberkulosis (TBC).

Mahasiswa KKN diminta berperan aktif sebagai “detektif kesehatan” dengan melakukan pendataan secara detail di tiga dusun lokasi penugasan.

“Saya minta mahasiswa datang seperti argo taksi, mulai dari nol. Data harus presisi, berapa warga yang TBC, lansia sebatang kara, sampai anak putus sekolah. Jika ditemukan TBC, langsung koordinasi dengan Puskesmas Balen agar pengobatannya didampingi penuh selama enam bulan tanpa putus,” tegas Nurul Azizah.

Tak hanya fokus pada TBC, Wabup juga menyoroti tantangan kesehatan baru yang mulai muncul di masyarakat.

Hasil skrining menunjukkan kecenderungan anak usia sekolah mendekati kondisi pra-diabetes akibat tingginya konsumsi makanan instan dan minuman kemasan.

“Ini alarm serius. Pola makan berubah, orang tua lebih memilih beli makanan luar. Saya berharap mahasiswa KKN bisa mengedukasi warga soal TOGA, nutrisi sehat, dan pola hidup bersih serta sehat,” ujarnya.

Selain isu kesehatan, mahasiswa juga diharapkan membantu pemerintah desa dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait transparansi data kemiskinan (Damisda).

Menurut Wabup, pemasangan stiker di rumah warga merupakan bagian dari validasi data agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

Sementara itu, Ketua STIKES Rajekwesi Bojonegoro, Evita Muslima Isnanda Putri, menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung tema “Kampung Tumbuh Sehat: Implementasi TOGA sebagai Bahan Nutrisi Menuju Masyarakat Sehat yang Berkelanjutan.”

Menurutnya, tema tersebut selaras dengan program unggulan Pemkab Bojonegoro di bidang kesehatan masyarakat.

“Mahasiswa dari Program Studi Keperawatan, Kebidanan, dan Farmasi akan berkolaborasi menghadirkan inovasi kesehatan langsung di tingkat dusun,” jelas Evita.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemkab Bojonegoro yang membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Program KKN STIKES Rajekwesi ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 7 Januari hingga 7 Februari 2026, dengan target melahirkan praktik baik yang menjadikan Desa Margomulyo sebagai role model Kampung Tumbuh Sehat di Bojonegoro. (er)