TNI/POLRI

Dingin di Tengah Panasnya Aksi, Polwan Bojonegoro Bikin Adem dengan Air Mineral

masbam990
6467
×

Dingin di Tengah Panasnya Aksi, Polwan Bojonegoro Bikin Adem dengan Air Mineral

Sebarkan artikel ini
IMG 20251113 WA0011 copy 1280x720

BOJONEGORO – Suasana unjuk rasa yang digelar Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman – SPSI (FSP RTMM-SPSI) di depan Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/11/2025), berlangsung damai dan tertib.

Namun di tengah keramaian dan teriknya matahari, ada pemandangan berbeda yang mencuri perhatian, Polwan Polres Bojonegoro turun tangan membagikan air mineral kepada para pengunjuk rasa.

Dengan senyum ramah, para Polwan mendatangi kerumunan massa sambil menyalurkan air mineral satu per satu.

Mereka tak sekadar menyerahkan botol, tapi juga mengajak massa duduk bersama dan berbincang santai menciptakan suasana akrab dan menenangkan di tengah aksi.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bojonegoro, IPDA Ria Dirgahayu, menjelaskan bahwa langkah itu merupakan perintah langsung dari Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, yang menekankan pentingnya pendekatan humanis dan komunikatif dalam setiap pengamanan aksi masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tapi juga melayani dan peduli pada masyarakat. Membagikan air mineral ini bentuk kecil dari rasa kemanusiaan kami ingin menunjukkan bahwa Polri dan masyarakat adalah mitra dalam menjaga kedamaian,” ujar IPDA Ria.

Menurutnya, seluruh personel telah dibekali arahan tegas agar mengedepankan sikap simpatik, empati, dan komunikasi yang baik selama pengamanan aksi.

Tak ada tempat bagi tindakan represif; justru polisi harus menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat dalam menyampaikan aspirasi.

Aksi spontan nan tulus ini mendapat apresiasi dari massa buruh. Salah satu perwakilan peserta demo mengaku terharu melihat keramahan aparat.

“Kami tidak menyangka. Polisi tidak hanya menjaga, tapi juga memperhatikan kami. Rasanya adem, dihargai, dan tidak takut,” ungkapnya.

Situasi kondusif sepanjang aksi pun menjadi bukti nyata bahwa dialog dan empati jauh lebih efektif daripada konfrontasi.

Dengan pendekatan humanis semacam ini, Polres Bojonegoro berharap setiap aksi penyampaian aspirasi ke depan dapat berlangsung tertib, beretika, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Er)