Daerah

Bupati Bojonegoro Siapkan 300 Hektare Sawah Baru, Target Produksi Padi Meningkat

aksesadim01
×

Bupati Bojonegoro Siapkan 300 Hektare Sawah Baru, Target Produksi Padi Meningkat

Sebarkan artikel ini
IMG 20261016 WA0076

BOJONEGORO – Gumregah Tani Bojonegoro Festival (Gutanbo Fest) 2026 menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Digelar meriah di Alun-alun Bojonegoro, festival ini dirangkai dengan pelantikan 28 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2026–2031 serta penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Tak hanya menghadirkan panggung megah, pembukaan festival juga menyuguhkan Tari Gumregah Tani dari Sanggar Tari Angling Dharma.

Tarian tersebut menggambarkan rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian dan kesuburan lahan yang menjadi tumpuan kehidupan warga Bojonegoro.

Di balik kemeriahan acara, terselip target besar pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi pangan.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bahkan memasang sasaran agar produksi padi daerahnya mampu melampaui sejumlah kabupaten yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi beras.

Produksi Padi Naik, Bojonegoro Bidik Posisi Lebih Tinggi
Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa pelantikan 28 PAC HKTI bukan hanya agenda seremonial.

Kepengurusan di tingkat kecamatan harus menjadi penggerak yang mampu menjembatani kebutuhan petani dengan kebijakan pemerintah.

Dia berharap penguatan organisasi tersebut dapat membantu mempercepat peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat posisi Bojonegoro sebagai salah satu daerah penopang pangan nasional.

“Kita target tahun depan mengungguli Kabupaten Lamongan yang sebelumnya kita sudah mengungguli Kabupaten Ngawi. Kemudian tahun 2029 di atas Kabupaten Indramayu yang menjadi salah satu penghasil padi tertinggi di Indonesia,” ujar Setyo Wahono.

Untuk mencapai target tersebut, Bupati menyoroti tiga faktor utama yang perlu diperkuat, yakni ketersediaan air, pupuk dan teknologi pertanian.

Pembangunan embung dan optimalisasi jaringan irigasi menjadi bagian dari strategi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Pemkab juga mendorong pemanfaatan teknologi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

Selain itu, pemerintah daerah menargetkan pembukaan sedikitnya 300 hektare sawah baru dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Rencana tersebut akan diupayakan melalui kerja sama dengan pemilik lahan dan pihak terkait, termasuk Perhutani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menjelaskan bahwa Gutanbo Fest merupakan pengembangan dari kegiatan Fun Farmers Day (FFD) yang telah dilaksanakan sejak 2022 di tingkat desa dan kecamatan.

Pada 2026, kegiatan tersebut diperluas ke tingkat kabupaten dengan Alun-alun Bojonegoro sebagai pusat pelaksanaan.

Perluasan skala ini diharapkan membuka ruang interaksi yang lebih luas sekaligus mempromosikan potensi pertanian daerah.

Zaenal menyebutkan, sektor pertanian memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat Bojonegoro.

Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, terdapat 269.267 rumah tangga usaha pertanian di daerah tersebut.

Dengan besarnya jumlah rumah tangga yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, penguatan produktivitas dan kesejahteraan petani menjadi agenda strategis pembangunan daerah.

“Tagline Gumregah Tani Bojonegoro Festival 2026 yaitu Petani Jaya, Bojonegoro Bahagia, Makmur, Membanggakan, Nyata,” kata Zaenal.

Pemkab Bojonegoro melalui DKPP telah menyalurkan berbagai dukungan bagi petani sepanjang 2026.

Bantuan tersebut mencakup pupuk, benih, infrastruktur pertanian, asuransi usaha tani, hingga sarana mekanisasi.

Berdasarkan laporan DKPP, dukungan yang diberikan meliputi, pupuk bersubsidi sekitar 136.256,94 ton.

Pupuk NPK tembakau sebanyak 526,925 ton.
Bantuan benih sebanyak 609,5 ton.

Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 27.528 meter.

Pembangunan saluran irigasi sepanjang 1.385 meter.
Asuransi usaha tani padi seluas 17.000 hektare.

Pembangunan irigasi perpompaan di 44 titik.
Pembangunan sumur bor di 92 titik.

Program listrik masuk sawah untuk konversi BBM ke listrik di empat titik.

Penyaluran 172 unit alsintan dan pelaksanaan sekolah lapang sebanyak 167 kali pertemuan.

Berbagai program tersebut diarahkan untuk membantu petani mengatasi persoalan produksi, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara, Ketua DPC HKTI Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan menjadi langkah penting untuk memastikan persoalan petani dapat ditangani lebih dekat dan terarah.

Menurut Nurul, kepengurusan 28 PAC sebenarnya telah terbentuk sejak 2022.

Pelantikan kali ini menjadi pengukuhan sekaligus penguatan legitimasi pengurus dalam menjalankan peran di lapangan.

Penyusunan kepengurusan melibatkan masukan dari kepala desa, DKPP, kelompok tani dan gabungan kelompok tani.

Dengan struktur tersebut, HKTI diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menjalankan program pertanian.

Nurul yang juga menjabat Wakil Bupati Bojonegoro mengungkapkan bahwa produksi padi daerah mengalami peningkatan dari sekitar 710.000 ton pada 2025 menjadi sekitar 886.000 ton pada 2026.

Dia menilai peningkatan tersebut berkaitan dengan berbagai upaya untuk menjawab persoalan utama petani, mulai dari ketersediaan air dan pupuk, harga hasil panen, kualitas benih, hingga pengendalian hama.

“Arah kebijakan makro Pak Bupati berimbas pada peningkatan pendapatan petani. Alhamdulillah kemiskinan di Bojonegoro sesuai dengan rilis data BPS bahwa selama dekade tahun 2003–2026 penurunan kemiskinan ada di angka 17,43 persen,” kata Nurul.

Dirinya juga menyampaikan bahwa berdasarkan rilis BPS pada 15 Oktober, Bojonegoro telah keluar dari kelompok 11 daerah dengan angka kemiskinan tertinggi yang sebelumnya ditempati daerah tersebut.

Data dan periode pembandingnya menjadi konteks penting untuk melihat perkembangan kesejahteraan masyarakat secara utuh.

Perwakilan DPD HKTI Jawa Timur, Budi, mengapresiasi pelantikan 28 PAC HKTI di Bojonegoro.

Menurutnya, struktur organisasi yang kuat hingga tingkat kecamatan dapat memperluas jangkauan pendampingan dan memperkuat konsolidasi dalam mendukung petani.

“Atas nama pimpinan DPD HKTI Jawa Timur, kami mengucapkan selamat atas pelantikan 28 PAC se-Kabupaten Bojonegoro. Semoga semakin nyata dalam mewujudkan petani yang makmur,” ujar Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Bojonegoro menyerahkan sejumlah bantuan alsintan kepada kelompok tani untuk mendukung kegiatan produksi dan pengolahan hasil pertanian.

Bantuan tersebut meliputi pompa air bagi 26 kelompok tani, 16 traktor roda dua untuk 16 kelompok tani, tiga unit combine harvester bagi tiga kelompok tani, dua hand tractor, bantuan listrik persawahan bagi enam kelompok tani melalui empat hibah, serta mesin perajang.

Penyerahan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi ketergantungan pada proses manual, dan memperlancar kegiatan pertanian.

Melalui Gutanbo Fest 2026, Pemkab Bojonegoro menegaskan upaya memperkuat pertanian tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi.

Ketersediaan infrastruktur, dukungan teknologi, organisasi petani yang solid dan kepastian kesejahteraan juga menjadi faktor penting.

Dengan peningkatan produksi padi dan berbagai program pendukung yang dijalankan, Bojonegoro menargetkan sektor pertanian semakin tangguh serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (Er)