BOJONEGORO – Sebanyak 200 pecatur dari berbagai daerah bersiap unjuk kemampuan dalam Ajang Catur Kepohbaru (ACK) II yang digelar di SMP Negeri 1 Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (27/9/2026).
Turnamen ini bakal menjadi arena adu strategi sekaligus ajang mengasah kemampuan bagi para pecatur, mulai dari pelajar hingga peserta senior.
Menariknya, sekitar 40 persen peserta berasal dari luar Bojonegoro.
Mereka datang dari sejumlah daerah, di antaranya Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Kediri, Blora, dan Madiun.
Diselenggarakan oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kecamatan Kepohbaru, ACK II tidak sekadar menjadi kompetisi untuk memperebutkan gelar juara.
Turnamen ini juga menjadi ruang silaturahmi, menambah jam terbang, serta mempertemukan pecatur dari berbagai daerah dalam satu arena.
Ajang tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Percasi Kecamatan Kepohbaru, Hadi Winarto, menyebut ACK II sebagai kesempatan bagi para pecatur untuk menguji kemampuan sekaligus memperkaya pengalaman bertanding.
Menurutnya, turnamen ini memiliki nilai lebih, terutama bagi pecatur muda yang tengah mengembangkan kemampuan dan membutuhkan kesempatan untuk berkompetisi.
“ACK II ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga bagaimana para pecatur bisa bertemu, bersilaturahmi, dan mendapatkan pengalaman dari pertandingan. Terutama bagi pecatur muda, turnamen ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan dan terus berkembang,” ujar Hadi.
Ia menegaskan, seluruh peserta diharapkan menjaga sportivitas dan saling menghormati selama pertandingan berlangsung.
“Kami ingin pertandingan berjalan tertib dan fair play. Menang atau kalah adalah bagian dari pertandingan, tetapi yang utama adalah bagaimana seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan menjunjung sportivitas dan rasa hormat,” katanya.
ACK II menghadirkan lima kategori utama yang memberikan kesempatan bagi pecatur dari berbagai kelompok usia untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kategori yang dipertandingkan meliputi, SD/MI kelas 1–3, SD/MI kelas 4–6, SLTP/SMP, SLTA/SMA dan Senior non master.
Khusus kategori pelajar, peserta dibagi menjadi kelompok putra dan putri.
Sementara itu, kategori senior terbuka bagi masyarakat umum tanpa batasan usia, dengan ketentuan belum menyandang gelar master.
Format pertandingan menggunakan sistem Swiss sebanyak enam babak.
Sistem ini memungkinkan peserta bertanding dalam beberapa ronde dengan penentuan lawan berdasarkan hasil pertandingan sebelumnya.
Panitia telah menyusun rangkaian kegiatan ACK II yang dimulai sejak pagi hari.
Berikut jadwal sementara turnamen:
07.00 WIB: Registrasi ulang peserta.
Setelah registrasi: Technical meeting dan pembukaan.
08.30 WIB: Pertandingan babak pertama dimulai.
Hingga sekitar 13.30 WIB: Pertandingan babak keenam dijadwalkan selesai.
Setelah pertandingan: Pembagian hadiah kepada para pemenang.
Panitia menegaskan, jadwal tersebut masih bersifat kondisional dan dapat menyesuaikan hasil technical meeting serta situasi selama pelaksanaan turnamen.
Mewakili Ketua Panitia Turnamen, Andika Rahman mengatakan, persiapan telah dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan nyaman bagi peserta.
Dia menyebut tingginya antusiasme peserta, termasuk dari luar daerah, menjadi salah satu hal yang membuat penyelenggaraan ACK II semakin semarak.
“Antusiasme peserta cukup baik, termasuk dari luar daerah. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan semangat dan menjaga sportivitas selama kompetisi,” ujar Andika.
Untuk mengapresiasi kemampuan peserta, panitia menyiapkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan bagi peraih juara 1 hingga peringkat 10 di setiap kategori.
Selain penghargaan tersebut, peserta juga mendapatkan fasilitas makan satu kali selama turnamen berlangsung.
Pendaftaran ACK II telah dibuka sejak 1 Agustus dan resmi ditutup pada 25 September 2026.
Dengan total 200 peserta, turnamen ini menjadi salah satu wadah pertemuan pecatur lintas daerah untuk menguji strategi sekaligus menambah pengalaman bertanding.
CCK Les Privat Dukung Pembinaan Catur Pelajar
Di balik penyelenggaraan turnamen, pembinaan pecatur muda juga menjadi perhatian Percasi Kepohbaru.
Salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut datang dari CCK Les Privat, yang turut mendukung berbagai kegiatan Percasi dengan melibatkan siswa dari berbagai jenjang sekolah.
Andika menjelaskan, kegiatan CCK Les Privat di SMPN 1 Kepohbaru telah berjalan sekitar satu tahun.
“CCK Les Privat hadir sebagai pendukung berbagai kegiatan Percasi yang diikuti siswa dari berbagai jenjang sekolah. Di SMPN 1 Kepohbaru, kegiatan CCK Les Privat sudah berjalan sekitar satu tahun. Dukungan ini diharapkan dapat ikut mendorong siswa untuk terus belajar, berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka, termasuk melalui olahraga catur,” ujarnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan catur di kalangan pelajar sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka melalui kompetisi.
ACK II Jadi Ajang Regenerasi Pecatur Bojonegoro
Mengusung pesan “Junjung Tinggi Sportivitas” serta “Rendah Hati & Rasa Hormat”, ACK II diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga membangun karakter dan semangat kompetisi yang sehat.
Pelaksanaan turnamen ini turut mendapat dukungan F&N Fanani Group sebagai mitra pendukung utama.
Melalui ACK II, Percasi Kecamatan Kepohbaru berupaya memperluas ruang pembinaan dan regenerasi pecatur muda.
Pertemuan 200 pecatur dari berbagai daerah ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengasah strategi, memperkuat mental bertanding, dan menambah pengalaman.
Dari arena Kepohbaru, potensi-potensi baru diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari perkembangan prestasi catur Bojonegoro di masa mendatang. (er)






