BOJONEGORO — Pecinta kuliner khas Bojonegoro patut mencatat satu agenda menarik pada Oktober 2026.
Festival Ledre (FL) segera digelar dengan mengusung kekayaan kuliner lokal sekaligus mengangkat kembali ledre sebagai salah satu warisan pangan kebanggaan masyarakat Bojonegoro.
Festival tersebut direncanakan berlangsung pada 8 Oktober 2026 dan dipusatkan di Desa Gapluk, Kecamatan Purwosari.
Tak hanya menjadi panggung promosi kuliner, kegiatan ini juga bakal melibatkan puluhan perajin ledre lokal.
Camat Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Ike Widyaningrum, mengatakan persiapan festival terus dilakukan.
Selain pelaksanaan festival, tiga desa juga direncanakan mendapatkan identitas baru sebagai kawasan penghasil ledre.
“Festival Ledre, insya Allah tanggal 8 Oktober, mbak. Dipusatkan di Desa Gapluk. Sedangkan Desa Purwosari, Desa Gapluk dan Desa Kuniran rencananya dinobatkan menjadi Kampung Ledre,” ujar Ike, Jumat (25/9/2026).
Konsep utama festival akan diawali dengan Launching Kampung Ledre.
Setelah itu, pengunjung akan disuguhi demonstrasi pembuatan ledre secara massal yang melibatkan 50 perajin ledre lokal.
Para perajin nantinya tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga memperlihatkan secara langsung keterampilan dalam mengolah ledre.
Atraksi tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkenalkan proses pembuatan makanan khas Bojonegoro kepada masyarakat luas.
Festival juga akan diramaikan dengan pameran UMKM. Berbagai produk unggulan masyarakat setempat akan mendapat ruang untuk dipromosikan sehingga kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian kuliner, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi lokal.
Konsep tersebut diharapkan mampu mempertemukan aspek kuliner, budaya, UMKM, dan pariwisata dalam satu kegiatan.
Ledre pun didorong tidak sekadar dikenal sebagai makanan ringan, tetapi menjadi bagian dari identitas sekaligus potensi ekonomi daerah.
Persiapan promosi Festival Ledre sebelumnya juga telah dilakukan.
Pada Rabu (16/9/2026), tim mengambil video promosi ledre di wilayah Kecamatan Purwosari, tepatnya di Rumah Usaha UMKM milik Ibu Rumyati, Dusun Glagah, Desa Purwosari.
Upaya promosi tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk memperkenalkan Festival Ledre sekaligus memperluas daya tarik kuliner khas Bojonegoro.
Ledre sendiri memiliki cerita panjang di tengah masyarakat, camilan berbahan dasar pisang ini dikenal dengan teksturnya yang renyah dan cita rasa khas.
Namun, di balik sajian sederhana tersebut terdapat ketekunan serta keterampilan para perajin yang terus mempertahankan proses produksinya dari generasi ke generasi.
Seiring perkembangan zaman, ledre juga terus berinovasi. Jika dahulu lebih dikenal dengan cita rasa original pisang, kini produk ledre hadir dalam beragam varian rasa dan kemasan.
Melalui Festival Ledre, warisan kuliner tersebut diharapkan semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat Bojonegoro, tetapi juga wisatawan dan masyarakat dari luar daerah.
Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para perajin yang selama ini menjaga keberadaan ledre serta mendorong agar kuliner khas tersebut semakin berkembang sebagai produk unggulan sekaligus daya tarik wisata kuliner Bojonegoro. (er)






