Daerah

Kader PKK Bojonegoro Dibekali Ilmu Memandikan hingga Mengafani Jenazah

aksesadim01
×

Kader PKK Bojonegoro Dibekali Ilmu Memandikan hingga Mengafani Jenazah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260925 WA0007

BOJONEGORO – Kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro dibekali keterampilan merawat jenazah perempuan sesuai syariat Islam.

Pelatihan ini menjadi upaya memperkuat pengetahuan keagamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial agar kader siap membantu masyarakat ketika menghadapi situasi kedukaan.

Kegiatan yang digelar Kamis (24/9/2026) di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, tersebut diikuti perwakilan kader PKK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Setiap kecamatan mengirimkan satu kader tingkat kecamatan dan satu kader desa.

Pelatihan menghadirkan Ustaz Abdullah Afif dari Sumberrejo sebagai narasumber yang memberikan materi sekaligus praktik langsung mengenai tata cara memandikan dan mengafani jenazah perempuan sesuai tuntunan syariat Islam.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan bahwa keterampilan merawat jenazah merupakan ilmu penting yang perlu dipahami masyarakat, khususnya kader PKK.

Menurutnya, peran PKK tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan keluarga, tetapi juga mencakup kepedulian sosial serta kemampuan memberikan bantuan kepada sesama.

“Proses memandikan dan mengafani jenazah itu ilmu yang penting bagi kita. Kegiatan di PKK ini tidak hanya bicara tentang kesehatan, tetapi juga pendidikan dan kesejahteraan keluarga, termasuk kepedulian sosial dan kemampuan untuk hadir membantu sesama,” tuturnya.

Cantika menjelaskan bahwa proses perawatan jenazah membutuhkan ketelitian, pemahaman yang benar, serta keikhlasan.

Karena itu, para kader diharapkan mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh.

Ia juga mendorong peserta agar tidak hanya menyimpan ilmu yang diperoleh untuk diri sendiri, tetapi turut membagikannya kepada keluarga, sesama kader, dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kita pelajari tahapannya dengan benar dan dengan hati yang penuh syukur, karena ini membutuhkan ketelitian dan keikhlasan. Kita juga tularkan ilmunya bagi keluarga, kader, lingkungan, dan masyarakat sehingga semakin banyak warga yang mengetahui bagaimana perawatan jenazah yang benar,” jelasnya.

Cantika berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, melainkan dapat menjadi bekal nyata bagi kader ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Menurutnya, keterampilan merawat jenazah dapat menjadi bagian dari pengabdian sosial yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

“Jika kita membekali diri dengan ilmu, maka menjadi amal jariah dan memperkuat kepedulian masyarakat Bojonegoro,” imbuhnya.

Melalui pembekalan ini, kader PKK diharapkan semakin percaya diri dalam membantu masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian di tengah kehidupan sosial.

Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Luki Lutfiana Yayah, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman fikih sekaligus keterampilan praktik mengenai tata cara merawat jenazah sesuai syariat Islam.

Selain meningkatkan pengetahuan peserta, kegiatan ini juga diharapkan membantu kader mengurangi rasa takut maupun trauma ketika menghadapi proses perawatan jenazah.

Para kader juga didorong untuk menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat, terutama perempuan, remaja dan para ibu agar semakin banyak warga memahami tata cara perawatan jenazah dengan benar.

“Melalui kegiatan ini, para kader mendapatkan pengetahuan dan pemahaman, sekaligus membangun kesadaran di lingkungan masyarakat mengenai pentingnya mengetahui tata cara perawatan jenazah sesuai syariat Islam,” terangnya.

Dalam sesi pembelajaran, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik dan berdiskusi langsung dengan narasumber.

Sejumlah materi yang dibahas meliputi hal-hal yang disunahkan ketika seseorang meninggal dunia, persiapan memandikan jenazah, urutan dan tata cara memandikan, serta kesunahan setelah proses memandikan selesai.

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai persiapan, batasan dan tata cara mengafani jenazah perempuan sesuai syariat Islam.

Melalui pelatihan ini, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap para kader mampu menguasai pengetahuan dan keterampilan secara menyeluruh, kemudian menerapkannya saat dibutuhkan serta membagikannya kepada masyarakat.

Dengan semakin banyaknya warga yang memahami tata cara perawatan jenazah, kepedulian sosial dan semangat saling membantu di tengah masyarakat diharapkan semakin kuat. (er)