Daerah

Siaga Sebelum Banjir Datang, Dinsos Bojonegoro Gelar Gladi Darurat

aksesadim01
×

Siaga Sebelum Banjir Datang, Dinsos Bojonegoro Gelar Gladi Darurat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260922 WA0028

BOJONEGORO – Menghadapi bencana bukan hanya soal seberapa cepat bantuan datang, kemampuan masyarakat mengambil langkah pertama saat kondisi darurat justru menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

Hal inilah yang diperkuat Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Gladi Tanggap Darurat Lanjutan, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama desa-desa yang berada di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo dan memiliki potensi terdampak banjir.

Kepala Dinsos Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun mulai dari tingkat desa.

Menurutnya, masyarakat setempat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi ketika bencana terjadi.

“Desa menjadi pihak pertama yang harus mampu melakukan penanganan awal ketika bencana terjadi, sebelum bantuan lanjutan datang. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi kebencanaan,” ujar Anto.

Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas tidak cukup dilakukan melalui penyampaian materi atau teori semata.

Karena itu, gladi tanggap darurat menjadi sarana bagi masyarakat untuk berlatih menghadapi situasi kebencanaan secara langsung dan lebih terarah.

Melalui kegiatan tersebut, warga didorong memahami langkah yang perlu dilakukan ketika bencana terjadi.

Mulai dari mengenali potensi risiko, menentukan langkah evakuasi, membantu kelompok rentan, hingga membangun koordinasi dengan pihak terkait.

“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana,” jelasnya.

Anto berharap penguatan kapasitas yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membuat masyarakat memiliki kemampuan dasar untuk menghadapi kondisi darurat di wilayah masing-masing.

Selain itu, kesiapsiagaan di tingkat desa juga dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, relawan, dan perangkat daerah.

Dengan latihan dan peningkatan kapasitas yang terus dilakukan, Dinsos Bojonegoro mendorong terbentuknya masyarakat yang tidak hanya menunggu bantuan ketika bencana terjadi, tetapi mampu mengambil langkah awal secara cepat, tepat dan terkoordinasi.

Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar Bengawan Solo, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi banjir dan kondisi darurat lainnya. (er)