Infotaiment

Kecelakaan hingga Kebakaran, Ini Deretan Laporan yang Masuk Akas 112 Gresik

aksesadim01
9
×

Kecelakaan hingga Kebakaran, Ini Deretan Laporan yang Masuk Akas 112 Gresik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260821 WA0157

GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat layanan kegawatdaruratan melalui Command Center Gresik Akas 112.

Penguatan ini dilakukan agar setiap laporan masyarakat tidak sekadar diterima operator, tetapi dapat diverifikasi, diteruskan kepada perangkat daerah yang berwenang, hingga dipastikan mendapat penanganan di lapangan.

Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan bimbingan teknis Command Center Gresik Akas 112 yang digelar di Ruang Rapat Grahita Eka Praja, Kamis (20/8/2026).

Penguatan layanan tidak hanya menyasar sistem teknologi, pemerintah daerah juga menekankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), koordinasi antarpetugas, pemahaman standar operasional prosedur (SOP), serta kejelasan pembagian tugas antarperangkat daerah.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gresik, Kiki Nuriyadi, menegaskan bahwa masyarakat kini membutuhkan pelayanan yang cepat, terutama saat menghadapi situasi darurat.

“Kita ini selalu berhadapan dengan masyarakat dan masyarakat itu selalu ingin cepat. Maka dari itu, kami mengimbau kepada seluruh peserta kegiatan untuk terus meningkatkan kesiapan SDM,” ujarnya.

Menurut Kiki, setiap laporan kedaruratan harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

Penanganan tidak boleh berhenti pada aspek administrasi, tetapi harus berorientasi pada kecepatan dan ketepatan respon.

“Banyak permasalahan yang perlu kita tangani bersama. Oleh sebab itu, kita tidak hanya berpikir secara administrasi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kapasitas SDM dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara petugas L1, L2, dan L3.

Masing-masing memiliki fungsi berbeda, namun seluruhnya harus terhubung dalam satu alur penanganan yang solid.

“Antara L1, L2 dan L3 ini harus terjalin komunikasi dan chemistry, karena yang kita tangani adalah laporan kedaruratan. Kita harus lebih cepat dalam merespon,” tegas Kiki.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Informasi Publik Dinas Kominfo Gresik, Zurron Arifin, menjelaskan bahwa Command Center 112 berperan sebagai jembatan antara masyarakat dengan perangkat daerah yang memiliki kewenangan menangani kondisi darurat.

Menurutnya, keberhasilan layanan 112 tidak hanya ditentukan oleh kemampuan operator menerima panggilan.

Hal yang lebih penting adalah memastikan informasi tersebut diproses dengan benar dan sampai kepada petugas yang berada di lokasi kejadian.

“Command Center ini bukan hanya tempat menerima telepon. Yang lebih penting adalah bagaimana laporan masyarakat bisa diteruskan kepada perangkat daerah yang tepat, kemudian ditindaklanjuti sampai ada penanganan di lapangan,” kata Zurron.

Ia menjelaskan, setiap laporan memiliki karakteristik dan kebutuhan penanganan yang berbeda.

Laporan yang masuk dapat berupa kecelakaan, kebakaran, kondisi medis, gangguan lalu lintas, hingga permintaan evakuasi.

Karena itu, petugas dituntut memahami kewenangan masing-masing agar laporan dapat segera diarahkan dan tidak mengalami keterlambatan dalam proses penanganan.

Dalam mekanismenya, setiap laporan diawali dengan pencatatan informasi penting, mulai dari identitas atau nomor telepon pelapor, lokasi kejadian, jenis peristiwa, hingga jumlah korban apabila terdapat korban.

Informasi tersebut kemudian diverifikasi sebelum diteruskan kepada dispatcher atau perangkat daerah sesuai kewenangannya.

Setelah itu, petugas memastikan kesiapan personel dan menetapkan PIC yang bertanggung jawab terhadap penanganan di lapangan.

Dengan pola tersebut, laporan masyarakat tidak berhenti di meja operator.

Setiap laporan dikawal melalui tahapan hingga memperoleh tindak lanjut.

Kesiapan layanan juga dijaga selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Shift pertama berlangsung pukul 07.00–15.00 WIB, shift kedua pukul 15.00–23.00 WIB, sedangkan shift ketiga berlangsung pukul 23.00–07.00 WIB.

Data Command Center Gresik Akas 112 periode Januari hingga Juli 2026 menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kedaruratan.

Evakuasi hewan liar menjadi jenis laporan terbanyak dengan 494 kejadian.

Berikutnya kecelakaan sebanyak 244 kejadian, pengaduan lalu lintas 165 kejadian dan permintaan bantuan warga sebanyak 152 kejadian.

Selain itu, tercatat 104 laporan jalan rusak, 95 kejadian kebakaran, 90 laporan penebangan pohon, serta 78 laporan darurat medis.

Dari sejumlah perangkat daerah yang menerima tindak lanjut laporan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menjadi OPD dengan panggilan kedaruratan terbanyak.

Selanjutnya terdapat PSC 119 Dinas Kesehatan serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.

Besarnya variasi laporan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan 112 cukup luas.

Command Center Gresik Akas 112 tidak hanya berfungsi sebagai nomor pengaduan, tetapi menjadi pintu awal untuk menghubungkan warga dengan perangkat daerah yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan penanganan.

Ke depan, penguatan layanan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan teknologi.

Kualitas SDM, kedisiplinan menjalankan SOP, komunikasi L1-L2-L3, serta kesiapan perangkat daerah menjadi faktor penting agar setiap laporan darurat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. (fs)