Daerah

Dana Desa Turun Tajam, Ini Strategi Kades Duwel Kedungadem Bojonegoro Lanjutkan Pembangunan

aksesadim01
7872
×

Dana Desa Turun Tajam, Ini Strategi Kades Duwel Kedungadem Bojonegoro Lanjutkan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260630 WA0046

BOJONEGORO – Pemangkasan Dana Desa pada tahun 2026 menjadi tantangan besar bagi pemerintah desa di berbagai daerah, termasuk Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Meski anggaran yang diterima turun drastis, Pemerintah Desa Duwel memastikan roda pembangunan tidak akan berhenti.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Desa Duwel, Ahmad Rifa’i, saat membuka Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan Desa sekaligus penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun 2027 di Pendopo Balai Desa Duwel, Selasa (30/6/2026).

Dalam sambutannya, Ahmad Rifa’i menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Musdes yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Ia juga mengapresiasi dukungan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga desa, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga yang selama ini ikut mengawal pembangunan di Desa Duwel.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi salah satu periode yang cukup berat karena besaran Dana Desa yang diterima mengalami penurunan signifikan.

Jika sebelumnya Desa Duwel memperoleh anggaran sekitar Rp700 juta, kini dana yang diterima hanya berkisar Rp290 juta.

Bahkan pada beberapa tahun sebelumnya, Dana Desa yang diterima pernah menembus lebih dari Rp1 miliar.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat pemerintah desa untuk terus menjalankan program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Kami tetap optimistis. Walaupun Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa mengalami pengurangan, Pemerintah Desa Duwel akan terus berupaya melanjutkan pembangunan agar desa ini semakin maju,” ujar Ahmad Rifa’i.

Ia menjelaskan, berkurangnya Dana Desa tahun ini dipengaruhi adanya kebijakan pengalihan sebagian anggaran untuk mendukung pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kebijakan tersebut berdampak pada berkurangnya alokasi pembangunan fisik maupun program lainnya di desa.

Menurut Ahmad Rifa’i, situasi ini tidak hanya dialami Desa Duwel, tetapi juga hampir seluruh desa di Indonesia yang menerima Dana Desa dari pemerintah pusat.

Karena itu, dia mengajak seluruh peserta Musdes untuk bersama-sama menentukan skala prioritas pembangunan dalam penyusunan RKP Desa Tahun 2027.

Program yang dihasilkan diharapkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang luas.

Dirinya juga berharap pembangunan yang belum sempat direalisasikan pada tahun 2026 dapat diselesaikan secara bertahap pada tahun berikutnya.

“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami yakin pembangunan yang tertunda dapat dilanjutkan. Harapan kami, Desa Duwel terus berkembang dan menjadi desa yang semakin maju,” pungkasnya. (er)