Daerah

Ormas Bojonegoro Harus Berani Kritis, Ini Pesan Penting dalam Sarasehan HJB

aksesadim01
×

Ormas Bojonegoro Harus Berani Kritis, Ini Pesan Penting dalam Sarasehan HJB

Sebarkan artikel ini
IMG 20261016 WA0043

BOJONEGORO – Organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Bojonegoro didorong untuk memperkuat solidaritas, menjaga independensi, dan berperan aktif mengawal demokrasi serta kepentingan masyarakat.

Ormas tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam seminar sarasehan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 yang berlangsung di Gedung Angling Dharma, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (16/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Bojonegoro, Drs. Kusnandaka Tjatur Prasetijo, M.Si.

Dia menyampaikan pentingnya menjaga semangat perjuangan, persatuan, dan kepedulian terhadap kepentingan umum dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa memberikan pelajaran bahwa kemerdekaan dan perubahan besar tidak lahir dari perjuangan individu semata.

Persatuan para tokoh, pemimpin, pemikir dan berbagai organisasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita bersama.

Semangat tersebut dinilai masih relevan untuk diterapkan dalam pembangunan Bojonegoro.

Organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu menyatukan berbagai aspirasi warga sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan ormas memiliki posisi strategis karena dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemangku kebijakan.

Melalui organisasi, berbagai persoalan dan kebutuhan warga bisa dihimpun, kemudian diperjuangkan melalui mekanisme yang tepat.

Namun, peran tersebut tidak akan berjalan maksimal apabila organisasi kehilangan arah perjuangannya.

Dalam perkembangannya, ormas menghadapi tantangan berupa potensi masuknya kepentingan pribadi, politik, maupun ekonomi yang dapat menggeser tujuan awal pembentukan organisasi.

Karena itu, integritas dan komitmen menjadi hal penting yang harus dijaga.

Setiap organisasi perlu melakukan evaluasi internal serta memastikan bahwa keputusan dan kegiatannya tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Solidaritas antarormas juga perlu diperkuat agar berbagai elemen masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.

Persatuan yang dibangun atas dasar tujuan bersama dapat menjadi kekuatan sosial untuk mendorong perubahan dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Sarasehan tersebut juga menyoroti pentingnya peran ormas dalam menjaga kualitas demokrasi.

Demokrasi tidak hanya diwujudkan melalui pemilihan umum, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat dalam mengawasi kebijakan publik.

Dalam hal ini, ormas memiliki ruang untuk menyampaikan kritik, memberikan masukan, serta mengingatkan pemerintah apabila terdapat kebijakan yang dinilai perlu diperbaiki.

Sikap kritis tersebut justru menjadi bagian penting dari kehidupan demokrasi.

Meski demikian, kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab, berdasarkan persoalan yang jelas, dan mengutamakan dialog.

Artinya, menjadi mitra pemerintah bukan berarti harus selalu menyetujui setiap kebijakan.

Sebaliknya, ormas dapat membantu memastikan bahwa kebijakan publik tetap memperhatikan kebutuhan, hak dan kepentingan masyarakat.

Dengan pola hubungan yang sehat, pemerintah dan organisasi masyarakat dapat saling melengkapi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-349 menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali kontribusi seluruh elemen masyarakat terhadap pembangunan daerah.

Semangat perjuangan para pendiri bangsa diharapkan tidak berhenti sebagai slogan atau seremoni tahunan.

Nilai persatuan, kepedulian sosial, penghormatan terhadap perbedaan dan keberanian menyampaikan aspirasi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Sinergi antara pemerintah daerah, ormas, komunitas dan masyarakat menjadi salah satu modal penting untuk mendorong Bojonegoro berkembang menjadi daerah yang lebih maju, adil dan sejahtera.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota atau besarnya nama yang dimiliki.

Lebih dari itu, kualitas organisasi ditentukan oleh integritas, konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Melalui sarasehan ini, semangat persatuan diharapkan semakin kuat sehingga ormas di Bojonegoro dapat menjalankan perannya sebagai kekuatan sosial yang kritis, bertanggung jawab dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. (er)