Daerah

8 RT Bersatu di Sedekah Bumi Trasah Bayemgede Bojonegoro, Doa untuk Para Leluhur Dipanjatkan

aksesadim01
×

8 RT Bersatu di Sedekah Bumi Trasah Bayemgede Bojonegoro, Doa untuk Para Leluhur Dipanjatkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260923 WA0021

BOJONEGORO — Suasana guyub dan penuh kebersamaan terlihat di Dusun Trasah, Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (23/9/2026).

Masyarakat setempat kompak menggelar tasyakuran dan sedekah bumi yang dipusatkan di Makam Dusun Trasah.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut berlangsung khidmat.

Warga dari delapan RT berbaur tanpa sekat, bersama-sama mengikuti rangkaian acara sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Rangkaian sedekah bumi dimulai sejak pagi, masyarakat menggelar kirim doa serta khatmil Qur’an yang ditujukan untuk para leluhur Dusun Trasah yang telah meninggal dunia.

Memasuki siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya ceramah agama yang disampaikan KH Ahmad Hasyim dari Kanor, Bojonegoro.

Acara tersebut juga diiringi lantunan sholawat dari grup Sholawat Nurul Musthofa, Desa Bayemgede, sehingga suasana kegiatan semakin religius dan penuh kekhidmatan.

Sesepuh Dusun Trasah, Ustad Hamim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama ini terus menjaga kekompakan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, termasuk tradisi sedekah bumi.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para ketua RT dan RW yang dinilai selalu kompak dalam mendukung berbagai agenda masyarakat Dusun Trasah.

Menurutnya, sedekah bumi tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Terima kasih atas kekompakan masyarakat Dusun Trasah. Tak lupa kami mengapresiasi RT dan RW yang selalu kompak menyelenggarakan agenda setiap tahun, salah satunya sedekah bumi ini,” ujar Ustad Hamim.

Dia berharap kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan.

Tradisi sedekah bumi juga diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dusun Trasah dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi tali silaturahmi antar masyarakat, khususnya warga Dusun Trasah. Semoga kegiatan yang baik ini bisa terus kita rawat sampai nanti,” harapnya.

Kekompakan warga dari delapan RT dalam pelaksanaan sedekah bumi tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong masyarakat Dusun Trasah.

Selain menjaga warisan budaya dan tradisi lokal, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi warga untuk mempererat persaudaraan dan menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat. (er)