Daerah

Tasyakuran HUT RI di Kedungadem Bojonegoro Berlangsung Khidmat, Ada Santunan

aksesadim01
×

Tasyakuran HUT RI di Kedungadem Bojonegoro Berlangsung Khidmat, Ada Santunan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260816 WA0040

BOJONEGORO — Suasana khidmat mewarnai malam tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan digelar di Masjid Al-Falah, Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Minggu malam (16/8/2026).

Malam tasyakuran menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa serta mengungkapkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.

Nuansa kebersamaan juga terasa kuat karena kegiatan dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kedungadem, anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, kepala desa se-Kecamatan Kedungadem, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungadem, Ketua NU dan Muhammadiyah Kedungadem, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Ketua panitia, Drs. Sutaji, M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan tasyakuran tersebut.

Menurut Sutaji, kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kehadiran panjenengan semua menjadi kehormatan sekaligus menambah kekhidmatan acara,” ujar Sutaji.

Ia berharap momentum tersebut diharapkan mampu mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan warga.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, kebersamaan dan silaturahmi semakin erat. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan manfaat bagi kita semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Kedungadem Sahlan, S.Ag., M.M., K.P., menegaskan bahwa tasyakuran merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati masyarakat hingga saat ini.

Ia mengingatkan bahwa generasi sekarang memang tidak mengalami langsung perjuangan merebut kemerdekaan.

Namun, penghormatan terhadap jasa para pahlawan tetap dapat diwujudkan melalui doa dan berbagai kegiatan positif untuk mengisi kemerdekaan.

“Sebagai warga negara, kita patut mensyukuri kemerdekaan yang telah diberikan kepada kita. Kita memang tidak ikut berperang seperti para pejuang terdahulu, tetapi setidaknya kita bisa mendoakan para pahlawan dan menghargai jasa-jasa mereka,” kata Sahlan.

Menurutnya, tradisi tasyakuran yang digelar setiap momentum kemerdekaan juga menjadi ruang untuk memperkuat doa bersama bagi keberlangsungan bangsa.

“Melalui tasyakuran ini, kita berharap Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, keberkahan dan kemajuan. Kemerdekaan harus terus kita isi dengan membangun kebersamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Suasana semakin bermakna ketika rangkaian acara ditutup dengan pembagian santunan bagi anak yatim, janda dan kaum duafa.

Santunan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus pesan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kegiatan yang meriah, tetapi juga diwujudkan dengan berbagi dan memperhatikan masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan malam tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Kedungadem berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan.

Selain menjadi ajang doa bersama, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkokoh persaudaraan dan gotong royong masyarakat dalam mengisi kemerdekaan. (er)