TNI/POLRI

Sebulan Bersama, Warga Kesongo Berat Lepas TNI TMMD Bojonegoro

aksesadim01
×

Sebulan Bersama, Warga Kesongo Berat Lepas TNI TMMD Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260814 WA0012

BOJONEGORO – Seragam loreng memang telah meninggalkan Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Namun, jejak pengabdian personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro masih terasa di tengah masyarakat.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 secara resmi ditutup pada Kamis (13/8/2026).

Setelah sebulan penuh hidup berdampingan, bekerja bersama dan membangun berbagai fasilitas desa, perpisahan justru menyisakan kerinduan bagi warga.

Masyarakat berharap kedekatan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD tidak berhenti setelah program selesai.

Silaturahmi antara warga dan personel TNI diharapkan tetap berjalan.

Camat Kedungadem Sahlan mengatakan, kehadiran anggota Satgas selama berada di Kesongo telah menciptakan kedekatan yang kuat dengan masyarakat.

“Kami tentunya mengharapkan silaturahmi tetap berjalan, dan kami akan selalu menyambut dengan hangat apabila mereka datang kembali ke tempat kami,” kata Sahlan, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, selama pelaksanaan TMMD, banyak pengalaman, kebersamaan dan keteladanan yang ditinggalkan para personel Satgas.

Kenangan tersebut dinilai akan terus melekat di tengah masyarakat.

Sahlan menegaskan, meski kegiatan TMMD telah berakhir, hasil pembangunan yang dikerjakan selama program berlangsung akan terus memberikan manfaat.

“Kegiatan TMMD ini akan selalu dikenang. Meski programnya sudah berakhir, manfaatnya akan terus dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh masyarakat Kecamatan Kedungadem,” ujarnya.

Infrastruktur Desa Berubah
TMMD ke-129 yang dimulai sejak 15 Juli 2026 tersebut membawa sejumlah perubahan bagi Desa Kesongo.

Pembangunan tidak hanya menyasar akses transportasi, tetapi juga rumah warga, fasilitas pendidikan hingga sarana pendukung aktivitas ekonomi.

Salah satu sasaran utama adalah pembangunan jalan cor beton sepanjang lebih dari satu kilometer.

Jalan tersebut terbagi di dua lokasi, yakni Dusun Mundu sepanjang 490 meter dan Dusun Kedungpandan sepanjang 550 meter, masing-masing dengan lebar 3 meter.

Selain jalan, Satgas juga menyelesaikan rehabilitasi 9 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga yang membutuhkan.

Program TMMD juga menghadirkan fasilitas air bersih melalui pembangunan satu titik sumur bor beserta jaringan perpipaannya.

Di sektor lingkungan, normalisasi sungai afvoer dilakukan untuk membantu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi luapan yang dapat mengganggu masyarakat.

Sementara di bidang pendidikan, sebanyak empat ruang kelas gedung sekolah direhabilitasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para siswa.

Menariknya, pelaksanaan TMMD ke-129 di Kesongo juga mencatat sejumlah capaian tambahan di luar sasaran utama.

Salah satunya adalah perbaikan jembatan desa yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat.

Selain itu, Satgas bersama pemerintah daerah juga menghadirkan rest area terpadu di lokasi strategis yang berada di jalur penghubung Kesongo, Bojonegoro, dengan Sukorame, Lamongan.

Rest area tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari MCK, mushala, lapak UMKM hingga area parkir.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga membuka ruang aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sahlan menyebut sejumlah hasil pembangunan bahkan mulai dimanfaatkan masyarakat setelah rangkaian program TMMD selesai.

“Saat ini masyarakat sudah mulai memanfaatkan hasil-hasil dari program TMMD ini. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan selamat atas suksesnya gelaran TMMD ke-129 tahun 2026,” pungkasnya.

Berakhirnya TMMD ke-129 di Desa Kesongo menjadi penanda selesainya satu rangkaian pengabdian. Namun bagi warga, pembangunan fisik hanyalah sebagian dari cerita.

Yang lebih sulit dilupakan adalah kebersamaan selama sebulan, ketika prajurit TNI dan masyarakat duduk, bekerja, bercanda hingga bergotong royong dalam satu tujuan: membangun desa dan memperkuat hubungan antara TNI dengan rakyat. (Er)